banner 728x90

Kenalan di Facebook Rp. 19 Juta Melayang

banner 468x60

*Pelaku Kelabui Korban dengan Mengaku Anggota Polisi

*Kapolres Meminta Masyarakat Jangan Mudah Percaya

headlines-edisi-29-desember-2016-dadan

Tersangka penipuan, Dadan

TANJUNGPANDAN-Masyarakat harus berhati-hati saat berkenalan di media sosial (Medos) seperti jejaring facebook dan lainnya. Kalau tidak, maka uang puluhan juta akan lenyap, oleh rayuan pelaku. Peristiwa ini menimpa sebut saja Mawar (35) Jumat (4/11) lalu.

banner 300x250

Warga Jalan Sijuk gang Duren I RT 18 RW 5 Desa Air Ketekok Tanjungpandan, berkenalan dengan Dadan Supardan (39) Karang Tengah, Desa Herdarmana Cianjur Jawa Barat melalui Fecebook.

Saat itu, Dadan chating dengan korban menggunakan pesan di Facebook. Untuk menarik perhatian Mawar, Dadan mengaku anggota Polisi yang bertugas di Mabes Polri, berpangkat Komisaris Polisi (Kompol) dan lulusan Akademi Polisi (Akpol) tahun 2000.

Bahkan, untuk meyakinkan Mawar, Dadan merupakan anggota polisi yang bertugas di Mabes Polri, di foto Profil dia menggunakan kaos polo polisi yang bertuliskan Turn Back Crime warna Biru dengan lambang Reserse.

Mawar yang pada saat itu mendapat chat tersebut, langsung tertarik dengan pelaku. Merasa cocok, lantas keduanya tukar nomor telepon, serta hari-hari berikutnya keduanya berkomunikasi dengan menggunakan via seluler.

Entah apa yang ada dibenak wanita yang sudah memiliki suami ini, setelah beberapa hari kenal di dunia maya, dia langsung klepek-klepek jatuh hati dengan pelaku. Padahal korban belum pernah bertemu dengannya dan mengenali wajah Dadan.

Singkat cerita setelah perkenalan itu, pelaku meminta sejumlah uang kepada korban dengan alasan hendak menangkap teroris di Makasar. Mawar pun langsung menuruti permintaan Dadan dengan mengirim sejumlah uang sekitar Rp 2 juta.

Tidak hanya sampai disitu, permintaan Dadan terus berlanjut hingga total Mawar transfer uang sekitar kurang lebih Rp 19 juta. Pada suatu hari, keduanya sepakat bertemu di Belitung.  Akhirnya mereka bertemu di Hotel Revano Jalan Kamboja, Senin (19/12) lalu.

Namun, aksi itu dipergoki oleh suami korban dan melaporkan ke Mapolres Belitung. Setelah mendapat laporan itu, polisi langsung mengelandang pelaku Rabu (27/12) lalu, dan dimintai keterangan ke Mapolres Belitung.

Kebohongan Dadan akhirnya terbongkar saat, polisi melakukan pengecekan dan penelusuran terhadap pelaku. Setelah ditelusuri, Polres Belitung tak menemukan data bahwa Dadan merupakan anggota Polri dan Lulusan Akpol.

Di hadapan Polisi dan Mawar, akhirnya pria asal Cianjur Jawa Barat ini mengakui perbuatannya, bahwa dia bukan seorang polisi melainkan tukang Sales Keramik. Mengetahui pernyataan itu, Mawar langsung shock, bahkan sempat pingsan beberapa kali.

Kapolres Belitung AKBP Sunandar mengatakan, pelaku sudah diamankan dan saat ini masih dalam proses penyidikan. Kata AKBP Sunandar, motiv pelaku melakukan perbuatan itu lantaran tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

AKBP Sunandar menambahkan, kemungkinan korban tidak hanya di Belitung melainkan ada di kota lain, seperti di Madura dan Makasar. Hal itu terlihat saat polisi memeriksa pesan pelaku di Facebook.

Mantan Kasat PJR Polda Babel ini, meminta kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dan selalu waspada dengan seseorang yang mengaku-ngaku sebagai anggota polisi saat berkenalan di media sosial.

“Bila perlu, harus dikroscek dulu ke kami (polisi,red). Sebab, kita memiliki data-data tentang nama-nama anggota polisi seluruh Indonesia,” kata AKBP Sunandar, kepada Belitong Ekspres Rabu (28/12) kemarin.

Sementara itu, Dadan mengakui semua perbuatannya. Menurutnya, dia melakukan perbuatan itu lantaran ingin memiliki uang untuk berfoya-foya. “Uangnya saya gunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari,” kata Dadan.

Dia menjelaskan, alasan mengaku sebagai anggota polisi lantaran untuk menarik perhatian para korbannya. Sebab, menurut Dadan dengan mengaku sebagai anggota polisi akan mudah menipu para korbannya.

Apalagi saat di foto profil, dia menggunakan baju turn back crime yang didapatnya di salah satu pasar Kawasan Jakarta. Pria asal Cianjur ini membenarkan total keseluruhan uang yang didapat dari Mawar sebesar kurang lebih Rp 19 juta.

Katanya, selain menipu Mawar dia juga sempat menidurinya hingga berkali-kali selama tiga kali, sebelum digrebek polisi. “Saya sudah tiga kali melakukan perbuatan itu, di kamar hotel tersebut,” katanya. (kin)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: