banner 728x90

Kepsek SMP Negeri 2 Manggar Minta Maaf

Suasana Mediasi kasus pemukulan murid di ruang pertemuan SMP Negeri 2 Manggar, Senin (11/3) kemarin.

Suasana Mediasi kasus pemukulan murid di ruang pertemuan SMP Negeri 2 Manggar, Senin (11/3) kemarin.

* Selain Mukul, Juga Lontarkan Kata Kasar
* Orangtua Murid Minta Ditindak Tegas

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Kasus dugaan pemukulan beberapa murid oleh kepala sekolah (Kepsek) SMP Negeri 2 Manggar diselesaikan dengan cara mediasi. Upaya mediasi antar kedua pihak dilaksanakan di ruang pertemuan SMP Negeri 2 Manggar, Senin (11/3).

Hadir dalam mediasi ini Kapolsek Manggar AKP Albert Daniel Tampubolon, Perwakilan Dinas Pendidikan (Dindik) Beltim Amrizal, Ketua Komite Sekolah SMPN 2 Manggar Yoesrizal, Pengawas Sekolah, Kepsek SMPN 2 Manggar, orangtua murid serta Bhabinkamtibmas.

Polsek Manggar sengaja melakukan mediasi agar dugaan kasus pemukulan itu bisa diselesaikan dengan baik. Satu persatu orangtua murid mendapat kesempatan untuk menyampaikan rasa ketidakpuasan mereka, terkait kasus tersebut.

Namun suasana pertemuan sempat tegang dan memanas. Sebab, selain kepala murid-murid dipukul dengan kayu, ditendang dan dilempar asbak rokok, terungkap Kepsek SMPN 2 Manggar Azmi, juga melontarkan kata-kata kasar.

Selain mengancam tidak lulus bahkan diberhentikan, Azmi membandingkan murid-muridnya dengan prilaku hewan. Dia melontarkan kata-kata kasar lebih mudah memelihara anak anjing daripada muridnya tersebut.

“Sudahlah kalau anak kami dipukul di kepala, ini anak kami dikatakan “mendingan memelihara anak anjing daripada kalian”, kami tak terima,” sesal salah satu orangtua murid dalam pertemuan itu.

Kalimat yang disampaikan orangtua murid tersebut kemudian disambut dengan nada tinggi oleh Kepsek SMPN 2 Manggar Azmi. “Iya, anak anjingkan lebih enak memeliharanya,” kata Azmi emosi.

Situasi pertemuan kembali memanas, dan langsung ditengahi oleh kapolsek Manggar AKP Albert Daniel Tampubolon agar persoalan tidak semakin melebar. AKP Albert menyampaikan supaya kedua belah pihak bisa menahan emosi dan bicara baik-baik.

Akhirnya, Kepsek SMPN 2 Manggar Azmi dalam pertemuan mediasi itu meminta maaf kepada orangtua murid atas kekhilafannya.

“Rekan-rekan, kawan-kawan orangtua siswa, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, dak ada niat jahat sedikitpun. Itupun seperti itu, agar dia (murid) terpacu nantinya,” kata Azmi di hadapan para orangtua murid yang dipukul.

Sementara itu, Kapolsek Manggar, AKP Albert Daniel Tampubolon membenarkan bahwa upaya mediasi ini dipicu adanya pemukulan murid oleh kepala sekolah. Pemukulan itu mengakibatkan luka robek di bagian jari tangan murid.

“Kondisi anak, memang ada lecet di tangannya, akibat dari benda tumpul tapi tidak menyebabkan cacat,” terang Albert kepada Belitong Ekspres usai pertemuan mediasi.

Menurut AKP Albert, pihaknya melaksanakan mediasi terkait pemukulan oleh kepala sekolah dan guru kepada murid yang melakukan pelanggaran merokok di lingkungan SMPN 2 Manggar.

Tetapi, kata AKP Albert ada beberapa orangtua dari murid tidak setuju terkait aksi pemukulan tersebut.

“Kita harapkan memang pertemuan seperti inilah yang dapat menjembatani antara guru dengan orangtua murid. Supaya tercipta suatu komunikasi yang bagus, tujuannya untuk menciptakan anak didik yang lebih unggul,” ucap AKP Albert.

AKP Albert melanjutkan, seorang guru adalah manusia biasa yang punya khilaf. Oleh karenanya, dengan mediasi ini dapat dibahas mengenai tindakan apa yang layak diterapkan untuk anak. Juga, tindakan apa yang tidak layak, terhadap murid tersebut.

“Kenapa orangtua kesal? Kejadian ini bukan cuma sekali, berulang kali. Makanya kita sampaikan pada kesempatan ini kepada Dinas Pendidikan, bahwa dari dinas pun tidak serta merta melepaskan pengajar seperti itu,” pungkasnya.

Menanggapi dugaan pemukulan oleh Kepsek SMPN 2 Manggar, perwakilan Dinas Pendidikan Beltim Amrizal mengatakan, sebelumnya sudah melakukan rapat dan pembinaan kepada seluruh guru.

“Saya berharap guru-guru itu diberikan kesabaranlah. Hukuman tegas itu boleh, tidak dilarang, guru yang melaksanakan hukuman di yurisfudensial yang baru itu tidak akan dituntut hukum. Guru yang menindak siswanya karena disiplin tidak bisa dituntut,” ungkap Amrizal.

Namun demikian, kata Amrizal kalau sudah keras, melakukan pemukulan dan sebagainya itu beda. Ada hal-hal yang harus dihindari guru bersifat kekerasan yang tidak bisa ditolerir dan masuk ranah hukum.

“Tetapi yang jelas kami akan memperhatikan, bukan hanya sekolah ini saja, tetapi semua sekolah,” tukasnya.

Dari mediasi tersebut, para orangtua murid akhirnya menyerahkan persoalan ke Dinas Pendidikan Beltim, agar menindak tegas kepala sekolah dan guru SMPN 2 Manggar.

“Saya selaku orangtua murid, sudah berserah ke kepala Dinas Pendidikan, masalah tindak kekerasan guru ini agar ditindaklanjuti. Karena sudah banyak korban dan sering berulang kali memukul. Karena sikap kepala sekolah tidak mengantisipasi kebijakan untuk murid-murid,” kata Tono salah satu orangtua murid kepada Belitong Ekspres.

Sebelumnya, juga Tono sudah melaporkan sekaligus menceritakan peristiwa yang dialami anaknya GL (15) kepada Plt Kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim. Karenanya, Tono berharap agar persoalan ini tidak ditutup-tutupi.

“Tidak menutup kemungkinan, kami semua dari wali murid minta dicopot baju dinas die (Kepala Sekolah,red). Karena sudah tidak benar kalau sudah menyebutkan “lebih bagus ngurus anak asuk, dari pada murid ini,”. Itukan tidak bagus, seorang guru kan harus bisa mengatasi muridnya sebagaimanapun,” sesal Tono.

Senada, Ketua Komite Sekolah SMPN 2 Manggar, Yoesrizal. Ia berharap persoalan ini menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim.

“Mediasi ini yang terbaiklah. Jadi istilahnya ada komunikasi lebih lagi antara orangtua murid dengan guru. Termasuk kita selaku komite sekolah dan kawan-kawan yang berkaitan dengan mediasi ini,” ujar Yoesrizal.

“Untuk itu ke depannya saya minta tidak ada lagi hal ini terjadi lagi di sekolah ini. Dalam hal mendidik memberikan hukuman yang wajar-wajar lah. Kita serahkan ke Dinas Pendidikan bagaimana tindak lanjutnya,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, tidak terima anaknya dipukul, orangtua murid melaporkan kepala sekolah (kepsek) SMP Negeri 2 Manggar ke Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Jumat (8/3).

Dugaan tindak kekerasan itu, disampaikan GL (15) murid kelas 3 SMP Negeri 2 Manggar kepada orangtuanya TN, pada Rabu (6/3) lalu. Kepada sang ayah, GL mengaku telah dipukul oleh kepala sekolahnya.

Sebelumnya, TN sempat curiga melihat sikap anaknya yang agak murung. Setelah ditanyakan persoalan yang terjadi, GL mengaku mendapat perlakuan kasar dan kekerasan fisik dari kepsek SMPN 2 Manggar AZ.

“Die bersama kawan-kawan lain dipanggil Pak AZ, selanjutnya dilempar dengan asbak rokok, sampai tangannya berdarah. Bahkan kepalanya disepak dengan kaki,” ungkap TN kepada Belitong Ekspres, Jumat (8/3).

Tak hanya dari kepsek, perlakuan yang sama juga dilakukan oleh AT, salah satu guru di sekolah tersebut. Sambil memegang kayu, sesekali AT melayangkan kayu ke kepala muridnya.

“Kepala anak aku dan kawan-kawannya juga dipukul pakai kayu yang dipigang guru itu (AT) pak,” terang TN.

Atas tindakan guru tersebut, akhirnya TN mendatangi Kantor Dindik Kabupaten Beltim, Jumat (8/3). Di hadapan Plt Kepala Dindik Kabupaten Beltim Yusmawandi, dia menceritakan kejadian yang dialami anaknya.

“Hal ini dak boleh dibiarkan pak, harus ditindak tegas. Saya tetap akan laporkan nanti ke Polisi,” tegas TN di ruang kerja Plt Kepala Dindik Kabupaten Beltim Yusmawandi.

Mendapatkan laporan tersebut, rencananya Yusmawandi akan segera melakukan pemanggilan terhadap Kepala Sekolah SMPN 2 Manggar.

“Nanti akan kami panggil yang bersangkutan, akan kami cek, tentunya tetap akan saya tindak lanjuti,” ujarnya.

Usai melapor ke Dinas Pendidikan Beltim, TN kemudian menemui kepala sekolah SMPN 2 Manggar di ruang kerjanya. Bukannya penyelesaian yang didapat, di hadapan Belitong Ekspres TN dan AZ saling perang pendapat, bahkan nyaris baku hantam.

Versi dari pihak SMPN 2 Manggar, peristiwa dugaan pemukulan dipicu oleh beredarnya video yang sampai ke tangan guru yaitu HR. Awalnya, GL merekam video aksi teman-temannya yang sedang merokok.

Kemudian, video tersebut sampailah kepada tangan gurunya HR. Lantas, selanjutkan GL dan delapan temannya dipanggil oleh Kepsek SMPN 2 Manggar AZ. Di situlah terjadi pemukulan kepada GL.

“Sebenar e permasalahan se lah selesai, anak itu la minta maaf. La aku sampaikan ke Pak Adi, selaku Satpam kita lebih baik melakukan tindakan preventif,” ujar AZ kepada Belitong Ekspres. (dny)

Related Search

Tags:
author

Author: