banner 728x90

Ketersediaan Sembako Jelang Lebaran Aman

banner 468x60
foto-A-Sidak

Bupati bersama unsur Forkopimda saat melakukan inspeksi mendadak di Pasar Tradisional Tanjungpandan, Senin (20/6) kemarin.

TANJUNGPANDAN – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Belitung bersama unsur Forkopimda melakukan inspeksi mendadak (sidak), yakni di Pasar Tradisional Tanjungpandan, Pasar Berehun dan Gudang Rudiman. Mereka mengecek persediaan barang-barang sembilan kebutuhan pokok (sembako), menjelang Hari Raya Idul Fitri 1938 H.

banner 300x250

Sidak kali ini, Bupati Belitung Sahani Saleh didampingi Wakil Ketua II DPRD Belitung Isyak Meirobie, Sekda Kabupaten Belitung Belitung Karyadi Sahminan, Dandim 0414/Belitung Letkol Kav Eko Saptono, Kapolres Belitung AKBP Sunandar, Danlanud H. AS Hanandjoeddin Letkol Nav Candrasa Yuda diwakili Kadisops, Mayor Lek Herru Ismiyanto, Kasubagbin Kejari Belitung Tumpal Sitinjak dan beberapa kepala OPD.

“Kita meninjau kesiapan persediaan stok hari ini (kemarin) buat kebutuhan lebaran, terutama sembako. Kita tidak ada ke khawatiran, kebutuhan sembako, kebutuhan lebaran itu. Dari beberapa agen yang kita lihat ketersediaan stok, mungkin melebihi,” kata Bupati kepada Belitong Ekspres, Selasa (20/6) kemarin.

Sanem sapaan akrab Bupati menyatakan, dari pengalaman yang sudah-sudah,  persoalan harga biasanya (disebabkan) beberapa hal yang berkaitan dengan stok. Misalnya terjadi kekurangan, terhalang transportasi dan lainnya. itu yang membuat gejolak kenaikan harga.

“Tapi kalau stok normal, stok cukup, itu harga terkendali. (saya lihat) semuanya masih terkendali. Bahkan beberapa harga yang memang HETnya ditetapkan dari pusat. Justru ada di bawah HET. Seperti bawang putih ada yang dibawah HET,” sebutnya.

Sedangkan daging sapi segar, khususnya di Belitung, Sanem mengatakan hari-hari biasa saja, di luar hari raya lebaran. Harganya perkilogram sudah Rp135-140 Ribu. Lantas,  kalau pemerintah pusat menetapkan Rp. 130 Ribu, kita hari-hari biasa sudah lewat dari penetapan HET secara Nasional.

“Kita yang ada di daerah ini, kalau hari-hari biasa sudah Rp. 135-140 Ribu. Secara otomatis pasti ada untuk kenaikan tingkat itu (Rp. 160 Ribu). Saya rasa untuk harga Rp. 160 Ribu, dibandingkan hari-hari biasa Rp. 140 Ribu, antara pedagang dan pembeli masih ada toleransi,” ujarnya.

Bupati menyebutkan, untuk penjualan daging sapi beku, sebenarnya sebenarnya di Kabupaten Belitung sudah ada. Namun bukan dari pemerintah (daerah), melainkan pelaku usaha. Tetapi daging beku tersebut, tidak sebagaimana (seperti) daging beku yang ditetapkan pemerintah pusat Rp80 ribu.

“Kalau daging yang (harganya) ditetapkan pemerintah itu kan kualitasnya rendah. Sedangkan daging beku yang dibawa oleh pelaku usaha ini, setelah kita cek untuk kualitas- kualitasya hotel. Yang harganya sekitar Rp140 perkilogram,” imbuhnya.

Sanem menambahkan, dasar harga jual daging segar Rp160 ribu, berdasarkan komitmen bersama. Pemerintah daerah tahun ini tidak menetapkan HET. Sebab kalau ditentukan HET kata Sanem, secara otomatis akan ada sanksi. “Sekitar tahun 2015, kita pernah membuat kesepakatan HET. Tetapi akhirnya (terindikasi) Jebol,” tuturnya.

Ia melanjutkan secara hitungan ekonomi, dampaknya akan terjadi peningkatan inflasi. “Sekarang kalau kita melihat butuh. Kita masyarakat sama-sama butuh. Apapun konsekuensinya kita akan menggunakan kebutuhan (konsumsi daging),” ujarnya.

Sanem menuturkan, hingga saat ini pihaknya belum menerima (laporan) komplain dari masyarakat terhadap hal tersebut. Ia pun tak memungkiri Belitung merupakan daerah salah satu daerah yang termasuk kategori ekonominya tinggi, sehari-harinya.

“Saya kira masyarakat kita tidak ada masalah. Semua itu bisa kita lihat ketika turun ke pasar tadi. Karena memang mereka sudah mengukur kemampuan masing-masing. Tadi mereka tidak ada yang komplain. Justru ada oknum-oknum tertentu yang sering membuat gejolak,” tandasnya.

Bupati berpesan seandainya nanti ada penjual yang menjual daging diatas harga komitmen seharga Rp160 ribu. Agar segara melapor kepada satgas yang sudah terbentuk, sehingga dengan segara bisa menangani persoalan tersebut.

“Lapor saja nanti, biar timnya Pak Kapolres yang mengawasi dan mengatasi persoalan tersebut. Kalau yang lain sudah tidak ada masalah lagi,” pungkasnya.(i1s)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: