banner 728x90

Ketika Darmansyah Menggelar Diskusi Pariwisata Ala ILC

banner 468x60

*Pelaku Lokal Butuh Pengayom, Cerdas Hadapi Pemodal Besar

foto A- darmansyah diskusi di bansai

Darmansyah saat tampil sebagai host dalam diskusi.INSERT: Ozi BFM saat sampaikan pendapat. Sejumlah peserta sat menyimak pendapat undangan lain.

TANJUNGPANDAN-Begitu hebatnya berbicara tentang pariwisata Belitung. Diskusi bertemakan Pariwisata Belitong di warung kopi Bansai, Senin (23/5) malam banyak memunculkan statemen masyarakat dan pelaku pariwisata.

banner 300x250

Masih banyak kekurangan yang masih dimiliki Belitong. Juga kekhawatiran para pelaku wisata dalam persaingan kedepan. Misalnya pengusaha tour travel, pemilik warung makan, dan pelaku pariwisata yang menyentuh titik terendah.

Mantan Bupati Belitung Darmansyah Husein menangkap momen ini. Ia mengundangkan pelaku pariwisata Belitung, masyarakat, pengamat, dan wartawan untuk berdiskusi. Ia ingin mendengarkan apa saja keluhan dan kekurangan pariwisata di Belitung. “Saya malam hari ini jadi Karni Ilyas (ILC-Indonesia Lawyer Club), saya dengarkan semuanya biar kita sama-sama tahu bagaimana sih pariwisata kita ini,” kata Darmansyah.

Pariwisata kata Darmansyah, harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Dan tidak boleh hanya pemain modal besar yang menikmatinya. Untuk itu, pemerintah harus mengatur ini.

Pemain-pemain kecil pariwisata ini harus dibina dan juga diatur supaya kompak. Supaya satu sama lain tidak saling sikut senggol sana sini.
Pemilik Tour Travel Belitung Island Kusumah Kosasih di dalam diskusi itu mengungkapkan adanya kekhawatiran pemain pariwisata. Yaitu masuknya pemain besar dengan modal yang besar. Ini justru akan mempersempit ruang gerak pelaku wisata dengan modal relatif kecil.
Sebagai contoh, seringkali ditemukan operator travel dari luar menjual Belitung. Di Belitung hanya menghubungi satu orang saja dan bisa jalan.

Kusumah mengatakan, perkembangan pariwisata belakangan ini cukup pesat. Kunjungan wisatawan sangat banyak. Tidak hanya pada weekend, tetapi sudah week day juga sudah terasa.  Dengan perkembangan pariwisata ini pemerintah jangan bangga. Karena riilnya di lapangan, ini adalah kreatifitas para pelaku pariwisata.

“Pemerintah jangan bangga karena ini kreatif dari pelaku wisata. Kendalanya, gimana cara mereka balik lagi ke Belitung (repeat). Saya berharap pemerintah memahami ini. Kemaslah pariwisata sehingga menjadi pariwisata yang nyaman,” kata Kusumah.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Belitung Andi Saparudin Lanna mengatakan, perkembangan pariwisata lebih baik saat ini. Menurutnya pemerintah Bupati Belitung Sahani Saleh sangat beruntung. Pemerintah daerah sekarang mendapat wasiat. Salahsatunya Kawasan Ekonomi Khusu (KEK) Pariwisata di Kecamatan Sijuk.

“Dengan KEK kita dapat dana Rp 10 triliun. Bayangkan saja kita punya anggaran setahun tidak punya segitu. Disinilah saya kira PR kita kekhawatiran kita Rp 10 triliun itu untuk apa,”  kata pria yang juga pernah menjadi Wakil Bupati Belitung ini.

Yang pasti kata dia, untuk membantu pembangunan pariwisata Belitung. Namun justu masih banyak masyarakat yang tidak tahu KEK. Awamnya uang Rp 10 triliun itu untuk dibagi-bagikan ke masyarakat. Ini menurut pendapat sebagian masyarakat.

Namun dibalik itu kekhawatiran juga di masyarakat. Khawatir dengan adanya KEK mereka semakin tenggelam. Karena takut para pemodal besar yang bermain. “Yang pasti terakhir dari saya, sarana dan prasarana untuk kemajuan pariwisata di folow up (tindak lanjuti),” kata Andi.
Dari sisi media, Ozi BFM mengatakan, pariwisata Belitung butuh totalitas jika ingin maju. Jangan pelit promosi dan Belitung harus punya branding. “Kita harus banyak promosi ke depan. Jangan “kedengkut” promosi, momentum laskar pelangi harus dilanjutkan,” kata Ozi.

Menurut Ozi, semua masyarakat Belitung bisa mempromosikan Belitung dengan mengggunakan berbagai media salah satunya sosial media. Namun disisi lain, pariwisata hanya dinikmati sebagian masyarakat saja, yaitu di Tanjungpandan dan Sijuk.

“Pada kenyataannya orang-orang yang ada di Ranjong ini, kalau di kampong hanya berkebun, nyari timah. Karena itulah yang bisa menjadi duit. Inilah tugas pemerintah,” kata Ozi.

Maka pemerintah perlu melakukan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM). Jangan hanya lebih banyak mengeluarkan duit untuk infrastruktur. Menurutnya pemberdayaan masyarakat adalah investasi jangka panjang.

“Pemberdayaan manusia harus serius. Juga dibuat kebijakan jika membuat mall, hotel, utamakan orang lokal. Masalah SDM tinggal menjadi tanggung jawab dididik bersama. Beliau ini (Sahani Saleh) memang beruntung pada saat yang tepat. Menjadi pemimpin itu butuh juak keberuntungan,” kata dia.

Bagi pelaku pariwisata yang dibutuhkan adalah grand desain. Grand desain infrastruktur untuk mendukung pekerjaan pelaku pariwisata. Juga aturan yang berpihak kepada pelaku pariwisata lokal. Sehingga tidak tergerus dan kalah bersaing. (ade)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: