banner 728x90

Ketua DPRD Tegur Fraksi

*Atas Tidak Hadirnya Anggota di Sidang Paripurna RAPBD Tahun 2015

TANJUNGPANDAN-Ketua DPRD Kabupaten Belitung Taufik Rizani memberikan teguran keras kepada fraksi-fraksi di DPRD Kabupaten Belitung. Pasalnya, dalam sidang paripurna penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2015, Senin (17/11) kemarin, beberapa anggota fraksi, tepatnya tujuh orang tidak hadir.
“Ini kan paripurna penyampaian RAPBD sangat penting bagi fraksi di dewan ini. Sangat penting untuk mengetahui bahwa ini bukan tugas gampang,” tegas Taufik kepada waratwan, usai sidang, kemarin .

Dalam sidang tersebut, hanya 16 orang anggota dewan yang hadir. Sementara yang mengisi daftar hadir sebanyak 18 orang. Kehadiran anggota fraksi ini, kata dia, sangat penting karena berhubungan langsung dengan masyarakat secara keseluruhan.  “Bahwa ini adalah untuk kepentingan masyarakat, mereka duduk inikan untuk masyarakat,” tegas Taufik.

Teguran secara spontan dalam sidang tersebut, kata Taufik, jelas supaya ketua fraksi bertanggung jawab untuk menghadirkan anggota fraksinya. Jadi, dia menjadi anggota dewan tidak menganggap gampang persoalan yang menyangkut APBD.  “Sepuluh tahun saya di DPRD sekarang sudah masuk 11 tahun berjalan, tidak pernah ketua fraksi tidak hadir (paripurna RAPBD,Red), baru hari ini lah terjadi,” ketus Taufik.
Menurut Taufik, dalam hal ini dirinya sebatas mengingatkan, tapi tetap dengan penekanan. Kemudian, jangan punya pemikiran yang negatif terhadap APBD tahun 2015. “Jadwal sudah tahu undangan sudah ada bahwa hari ini adalah penyampaian,” ujarnya.

Sementara anggota Fraksi Amanat Pembangunan Sejahtera (APS) Saryadi, mengaku kecewa dengan agenda paripurna kali ini. Salah satunya dalam agenda pembahasannya, anggota dewan hanya diberikan waktu yang relatif pendek.
Kata dia, pemerintah beserta perangkat kerjanya ada sesuatu yang kurang, bagaimana pemerintah daerah menilai lembaga ini sebagai suatu kemitraan. “Pertama seperti penyampaian RAPBD. Kita membahas ini hanya diberi waktu empat hari di komisi dan dua hari di anggaran (panitia anggaran,Red),” tegas Saryadi.
Ditegaskan dia, sebagai wakil rakyat tentunya tidak cukup waktu untuk melihat RKA (Rencana Kerja Anggaran,Red) yang tebalnya bukan main secara detil. Dengan waktu yang tidak banyak itu, kata dia bagaimana ingin memperjuangkan atau pemangkasan suatu kegiatan. “Kita dalam hal ini bukan lalai atau tidak taat dalam tatib, tapi ada semacam peringatan kepada pemerintah agar kemitraan sejajar,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, tidak hadir dalam sidang paripurna bukan berarti melalaikan tugas. Tetapi ini bentuk suatu kekecewaan kepada pemerintah. “Masalah anggaran ini seharusnya penyampaian ini lebih lama. Dan ini sebetulnya baru awal, nanti kalau setelah kita bahas ternyata apa yang dilakukan pemerintah tidak pro rakyat, maka kami akan melakukan hal semacam ini,” tukasnya.

Terpisah, anggota Fraksi Golongan Karya (Golkar) Johanes Hanibal Palit juga mengatakan hal serupa. Ia mengkritisi karena ia baru dapat undangan ada paripurna pagi hari. “Kalau bentuk protes saya protes, artinya setiap ada sesuatu hal yang sifatnya besar, agenda besar seperti paripurna itu, suratnya itu penting,” ujarnya.
Sama dengan Saryadi, ia juga kecewa dengan mepetnya pembahasan RAPBD tahun 2015. Ia melihat seperti dipaksakan. “Ini kan kita membahas APBD, dengan penyampaian APBD kita bekerja setelah itu. Sementara kita diberikan waktu yang pendek, hanya beberapa kali,” kritik  Johanes.(ade)

Related Search

Rate this article!
Ketua DPRD Tegur Fraksi,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: