banner 728x90

Kisah Hendro, 6 Tahun Berkebun Jambu Cincalo Sekarang Bisa Beli Mobil dan Perbaiki Rumah

foto-A

Heru saat memetik buah jambu di kebunnya. Foto: IST

SUNGAILIAT – Jambu Cincalo yang merupakan salah satu veriatas yang banyak tumbuh di Kota Sungailiat dan sekitarnya. Salah satu pemilik perkebunan jambu Cincalo adalah Hendro. Perkebunan jambu yang bernama Hendro Nursery ini berlokasi di Kelurahan Surya Timur Kecamatan Sungailiat.

Menurut Hendro, jambu yang dia tanam semenjak tujuh tahun yang lalu telah banyak menghasilkan dan bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Saya tanam ini sejak tahun 2011 yang lalu sebanyak 200 lebih pohon jambu Cincalo dan Madu Bangka, dan tahun 2017 ini kita baru panen sekali dengan hasil kurang lebih setengah ton dengan harga Rp 25 ribu per kilogram,” kata Hendro dibincangi, Rabu (24/5) di Kebun Jambunya.

Diakui Hendro, dari panen jambu dirinya bisa mencukupi kebutuhan keluarga, membiayai anak sekolah dan lainnya. “Ya bisa pugar rumah dan dapat beli mobil juga, jadi kelihatan hasilnya dari panen jambu ini,” akunya.

Diuraikan Hendro, semenjak panen jambu beberapa tahun yang lalu, kebun jambunya banyak dikunjungi orang untuk sekedar membeli jambu dan berwisata ke kebun jambunya. “Banyak yang kesini, biasanya tur wisata juga sering kesini kalau sedang panen, ada yang dari pulau Bangka sendiri, Belitung, Surabaya, Jakarta, dan lainnya. Dari kantor-kantor pemerintah dan swasta juga sering datang membeli untuk acara,” katanya.

Ke depan Hendro berharap jambu yang dihasilkan bisa semakin dikenal dan bermutu bagus dan baik. “Bisa bermutu baik jambunya dan bisa menjadi kebangggan juga bagi Kota Sungailiat, karena jambu ini banyak di Kabupaten Bangka,” katanya.

Hendro juga berharap, kedepan adanya perbaikan jalan menuju ke kebun jambunya, karena sekarang jalannya masih berpasir dan tidak rata, sehingga jika ada bus pariwisata yang datang terkadang susah masuknya. “Jalannya masih belum bagus pak, masih berpasir, dan tidak rata, kadang jadi susah masuk terutama bagi bus-bus tur pariwisata,” tukasnya.(rel/rb)

Related Search

Tags:
author

Author: