banner 728x90

Kisah Marta, Tukang Pijat Sekolahkan Anak Hingga S1

Warta (58) warga Dusun Aik Rembikang, sedang memijat seorang pasiennya.

SIJUK – Warta (58) warga Dusun Aik Rembikang Desa Aik Seruk Kecamatan Sijuk, sudah 49 tahun menekuni usaha pijat tradisional. Bahkan dari profesinya itu, ia mampu menyekolahkan anak hingga lulus S1 di salah satu Universitas ternama di Kota Yogyakarta.

“Ilmu terapi pijat tradisonal ini sudah turun temurun dari nenek moyang. Kalau saya sejak kelas 2 SD sudah belajar memijat kira-kira 49 tahun lalu,” cerita Marta kepada Belitong Ekspres, belum lama ini.

Ia mengatakan, banyak suka dan duka yang telah dilalui sejak mulai fokus dan menekuni usaha pijat tradisonal tersebut. Namun, ayah empat orang anak ini sangat bersyukur dengan keahlian memijit pernah mengobati orang hingga ke Jakarta dan Bangka.

“Tak hanya itu, saya juga mendapat tawaran untuk memijat hingga ke Negara Singapura dan Hongkong. “Alhamdulillah kalau kita ikhlas ingin membantu orang, ada saja rezeki yang diberikan oleh Allah SWT,” ucapnya.

Kata Warta, dirinya tidak hanya mengobati pasien yang mengalami keseleo atau terkilir, tetapi juga bisa mengobati pasien yang mengalami gangguan keturunan, HIV, Spilis maupun patah tulang.

Menurutnya, penghasilan yang Ia peroleh setiap hari tidak menentu. Akan tetapi ada saja pasien yang datang untuk meminta diurut dan berobat. “Tidak dapat dipastikan pasien yang datang, namun Alhamdulillah setiap hari ada pasien yang datang. Untuk upah alias tarifnya ihklas apa adanya, karena niat saya untuk menolong sesama,” katanya.

Dengan keahlian itu, Marta cukup banyak dikenal kalangan masyarakat dan pejabat. Sejumlah pejabat dan anggota DPRD Belitung, sudah pernah merasakan manfaat dari pijatan lelaki berumur 58 tahun tersebut. “Mantan Gubernur Babel dan beberapa Jendral, juga sudah pernah saya urut dan obatin,” ungkapnya.

Dikatakannya, untuk menenuki profesi pijat tradisional memang perlu ketekunan dan keikhlasan. Namun sembuh atau tidaknya semua itu karena Allah SWT. “Saya hanya ingin menolong antar sesama melalui jari-jari tangan saya. Akan tetapi tanpa se-izin Allah hanya akan sia-sia saja,” pungkasnya. (rez)

Related Search

Tags:
author

Author: