banner 728x90

Klarifikasi Ucok, PDIP Utus Pengacara

///Kompol Raspandi : Kami Proses Secepatnya

PANGKALPINANG-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bangka-Belitung (Babel) memastikan akan mengirim pengacara untuk mengklarifikasi kasus yang menjerat mantan anggota DPRD Pangkalpinang, Ucok Oktahaber yang kini ditahan Polres Pangkalpinang.
Sekretaris DPD PDIP Babel, Didit Srigusjaya mengungkapkan, DPD telah mengutus Iwan Prahara selaku kuasa hukum untuk mengetahui kronologis dan mengklarifikasi kasus yang menimpa Ucok. “Partai mengutus pak Iwan sebagai pengacara, bukan berarti kami membela kasus yang menimpa Ucok.Namun kami membela hak-hak konstitusinya.Untuk itu, kami memberikan kepercayaan penuh kepada pengacara kami untuk melakukan komunikasi dengan Ucok. Dalam hal ini kami masih harus menggunakan asas praduga tidak bersalah,”ujarnya, Selasa (20/1) kemarin.
Lebih lanjut Didit mengatakan, hingga saat ini PDIP belum mengambil sikap apa pun hingga ada hasil klarifikasi. Pihaknya juga tidak akan mati-matian membela Ucok dalam kasus itu. “Kami tidak akan membela kader kami jika dia memang bersalah. Kami akan menunggu hasil klarifikasi dari pengacara hingga ada saran yang harus dilakukan terhadap kasus ini,”ujarnya.
Untuk sanksi tegas berupa pemecatan, menurut Didit tidak akan dilakukan, karena kasus yang menimpa kadernya tersebut bukan kasus korupsi. “Kami tidak ada niat sama sekali memecat Ucok. Yang jelas kami tidak membela dia. Namun, sebagai kader PDIP, kami berhak mengetahui apa yang terjadi sebenarnya terhadap dirinya,”katanya seraya menambahkan, dalam kasus ini, pihaknya menyerahkan ke Ucok sendiri apakah mau dibela ataupun tidak.
Sementara Kabag Ops Polres Pangkalpinang, Kompol Raspandi mengatakan, Ucok Oktahaber ditahan sejak Kamis (15/1) malam. Setelah diperiksa selama 10 jam, akhirnya Ucok ditetapkan sebagai tersangka.”Setelah ditetapkan sebagai tersangka, berkas Ucok Oktahaber langsung kami proses untuk dilengkapi guna diserahkan ke JPU Kejaksaan Negeri Pangkalpinang. Berkas tersangka akan kami usahakan dilengkapi secepatnya,”ujarnya.
Ia mengatakan, penahanan terhadap tersangka Ucok disertai dengan barang bukti lima balok timah dan 11 lempengan seberat 453 kg. Selain itu, pihaknya juga mengamankan 11 kuali, satu buah alat cetak balok timah, dua buah sendok besi dan satu buah blower.”Ucok Oktahaber diamankan karena Dia sebagai pemilik perlengkapan dan gudang pengolahan balok timah ilegal tersebut,”jelasnya.
Ia menyebutkan, pemberkasan milik Ucok akan diusahakan selesai sebelum masa penahanan yakni 20 hari. Kalau memang berkas itu belum bisa dilengkapi, maka akan diperpanjang hingga 40 hari ke depan.Ia menambahkan, dalam kasus ini, pihaknya akan bekerja secara profesional tanpa melihat latar belakang tersangka. Pihaknya juga tidak akan melama-lamakan dalam memproses berkas kasus tersebut.”Dalam kasus ini, tersangka Ucok kami kenakan pasal 161 UU RI No 04 tahun 2009 tentang mineral dan batubara dengan ancaman kurungan penjara maksimal 10 tahun,”katanya.(iam/ant)

Related Search

Rate this article!
Tags:
author

Author: