banner 728x90

KONTROVERSI MENUJU LIMA HARI SEKOLAH DI TAHUN 2017

banner 468x60

Oleh : JANTIMALA, MPd
( Kepala SMAN 1 Membalong, Kab Belitung)

Dasar dari perubahan enam hari sekolah menjadi lima hari sekolah adalah PP no !9 tahun 2107 atas perubahan  PP No 74 tentang Guru tanggal 30 Mei 2017 dan Permendikbud No 23 tahun 2017 tentang Hari Sekolah tanggal 12 Juni 2017. Menurut Permendikbud No 23 tahun 2017 di pasal 1 bahwa Hari sekolah adalah jumlah hari dan jam yang digunakan guru , tenaga kependidikan, dan peserta didik dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah.   Pada pasal 2 dinyatakan bahwa hari sekolah dilaksanakan 8 (delapan) jam dalam satu hari atau 40 (empat puluh jam ) selama 5 (lima) hari  dalam satu minggu.

banner 300x250

Ketentuan delapan  (8) jam  dalam sehari dan empat puluh  (40) jam   dalam seminggu sudah termasuk jam istirahat selama 0,5 (nol koma lima) jam dalam sehari  dan boleh melebihi dan 2,5 (dua koma lima ) jam dalam seminggu. Hari  sekolah digunakan oleh guru untuk melaksanakan beban kerja guru. Adapun beban kerja guru yang dimaksud adalah: (1) merencanakan pembelajaran ; (2)  melaksanakan pembelajaran ; (3) menilai hasil pembelajaran ; (4)  membimbing dan melatih peserta didik ; (4) melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanan kegiatan pokok sesuai dengan beban kerja guru.  Beban kerja guru sebagaimana dimaksud dilaksanakan sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.

Mengulas dari Permendikbud No 23 tahun 2017 diatas maka kelanjutan dari konsekuensi implementasinya adalah ketersediaan faktor pendukung di sekolah.  Pemenuhan sumber daya sekolah dan ketersediaan akses transportasi menjeadi wewenang pemerintah daerah dan masyarakat untuk mendukung. Jika ketersediaan faktor pendukung belum memadai maka pelaksanaan lima hari sekolah ini dapat dilaksanakan secara bertahap.

Hari sekolah digunakan oleh peserta didik untuk melaksanakan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler. Kegiatan intrakurikuler dimaksud kegiatan yang dilaksanakan untuk penguatan atau pendalaman kompetensi dasar  atau indikator  Kegiatan kokurikuler adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk penguatan dan pendalaman kompetensi atau indikator. Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan dibawah bimbingan dan pengawasan sekolah yang bertujuan mengembangkan potensi bakat, minat, kemampuan kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan.

Lima hari kerja memang diharapkan akan menjadikan siswa akan lebih menguatkan karakter mereka, sedangkan bagi guru diharapkan akan lebih dapat memfokuskan pada kegiatan tugas pokok guru yang dilaksakan sepenuhnya di sekolah. Begitu banyak pekerjaan guru yang dapat diselesaikan di sekolah sehingga waktu di sekolah itulah yang dapat dimanfaatkan oleh guru.

Adapun sasaran dari Kemdikbud dalam program lima hari sekolah adalah : 1) mendorong tumbuhnya kompetisi siswa abad 21; 2) membantu guru memnuhi jam mengajar melalui 8 jam di sekolah ; 3) penguatan karakter siswa ; 4)menggalang kolaborasi dengan berbagai sumber belajar; 5)mendorong orangtua bangun karakter anak di rumah . Demikian beberapa sasaran dari Kemdikbud menepis simpang siurnya informasi yang beredar di kalangan masyarakat maupun media sosial.

Penerapan lima hari sekolah ini sebetulnya juga akan dilakukan secara bertahap seperti juga pada pelaksanaan Kurikum 2013.  Dalam situs web kemdikbud.go.id dinyatakan bahwa pelaksanaan lima hari sekolah ini dilaksanakan sesuai kesiapan sekolah di lapangan. Pada kenyataan bahwa fasilitas sekolah yang belum memadai belum memungkinkan untuk melaksanakan program lima hari sekolah. Kesiapan sumber daya sekolah mulai dari tenaga kependidikan, masyarakat, dana, sarana dan prasarana, serta akses transportasi yang belum memadai maka pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.

Pihak yang menilai kesiapan sekolah adalah Kepala Dinas Pendidikan Provinsi atau Kabupaten Kota. Untuk itu maka bagi sekolah yang belum siap adalah tugas pemerintah daerah atau yayasan penyelenggara pendidikan untuk bersama sama melengkapi sumber daya yang diperlukan oleh sekolah. Tetapi untuk sekolah yang karena kendala trasportasi dan keamanan maka tidak akan dipaksakan melaksanakan program ini.

Program lima hari sekolah juga tidak akan megubah kurikulum yang sudah berjalan baik Kurikulum 2013 maupun Kurikulum 2006. Bagi sekolah yang melaksanak Kurikulum 2013 maka program 8 jam disekolah ini memang sesuai dengan kurikulum , Untuk yang masih menggunakan Kurikulum 2006 memang hanya membutuhkan waktu disekolah sebanyak 6,5 jam. Dengan demikian maka penyesuaian harus diatur oleh sekolah untuk menerapkan lima hari sekolah ini. Ada dua pola yang digunakan dalam menerapkan lima hari sekolah yaitu pola tunggal dan pola kerjasama. Sekolah yang menyelenggarakan pola tunggal dapat mendesain sendiri kegiatan bagi siswa terutama yang berkenaan dengan pendidikan karakter. Bagi sekolah yang melaksanakan pola kerjasama maka pembinaan karakter melibatkan pihak luar dalam kegiatannya. Petunjuk teknis sedang dirintis dan disusun oleh Kemdikbud.

Pelaksanaan lima hari sekolah ini menurut Mendikbud akan sangat bervariasi melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler. Melalui tiga macam pola kegiatan ini sekolah mendesain program penguatan karakter bagi peserta didik. Kombinasi dari tiga pola ini yang akan lebih mendominasi karena tiga pola ini saling terkait dan terpadu. Berbagai kegiatan ektrakurikuler yang secara langsung mengembangkan pendidikan penguatan karakter antara lain adalah pramuka dan rohis.

Pramuka tak lepas dari hakikat kurikulum 2013. Adapun tujuan dari gerakan pramuka sesuai dengan Anggaran dasar gerakan pramuka adalah ; 1) membentuk setiap pramuka untuk berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin,  menjunjung tinggi nilai luhur bangsa, bekecakapan hidup, sehat jasmani dan rohani ; 2) menjadi warganegara yang Pancasila, setia dan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguana  yang dapat mebangun diri sendiri secara mandiri dan bersama-sama, bertanggungjawab atas pembangunan bangsa dan negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup dan alam lingkungan. Demikian begitu lugasnya tujuan gerakan pramuka sehingga ektrakurikuler pramuka adalah satu pilihan wajib di sekolah dalam pengembangan dan penguatan pendidikan karakter.

Pendidikan keagamaan merupakan matapelajaran wajib yang tidak boleh dihapuskan. Kontroversi tentang penghapusan pelajaran agama sudah banyak beredar di masyarakat, Sepenuhnya berita ini afalah tidak benar. Pendidikan Agama adalah pendidikan yang mendasari penguatan karakter peserta didik. Lingkungan sekolah setelah lingkungan keluarga adalah memangang tanggungjawab besar dalam penguatan Iman dan Taqwa peserta didik. Waktu 40 jam dalam satu mienggu disekolah harus menjadi landasan kuat bagi peserta didik untuk melatih mereka mengimplementasikan keimanan dan ketaqwaan mereka. Bukanlah pekerjaan mudah untuk sekolah dalam membina siswa akan tetapi secara bertahap program sekolah akan menuntaskan maslah ini. Peran serta orangtua di rumah merupakan suatu kewajiban untuk melakukan kerjasama dengan pihak sekolah dalam mewujudkankan penguatan karakter serta meningkatkatkan keimanan dan ketaqwaan.

Uraian dan penjelasan lima hari sekolah ini akan bertambah luas kajiannya jika semua pihak yaitu sekolah dan masyarakat saling mendukung dan berkerjasama. Akan menghasilkan energi yang besar jika antara sekolahm orangtua dan masyarakat saling bersinergi. Tujuan pemerintah untuk menciptakan insan cendikia yang beriman dan bertaqwa tidak sekedar mimpi belaka. Secara bertahap maka mari kita semua mendukung program dari Kemdikbud yang bertujuan mulia, hilangkan kontroversi yang tidak beralasan karena tidak mengetahui secara baik tentang tujuan lima hari sekolah ini. Semoga program yang baik akan mendatangkan hasil yang baik pula bagi bangsa Indonesia dengan berlandaskan ideologi Pancasila. Aamiin.(**)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: