banner 728x90

Lagi, Semak Belukar Terbakar

Petugas Damkar saat memadamkan semak belukar di kawasan Martapura, Air Kelubi, Rabu (8/8) kemarin.

//Bulan Agustus Ada Tujuh Kejadian

TANJUNGPANDAN – Lagi, peristiwa kebakaran hutan semak belukar terjadi di Belitung. Kali ini, si Jago Merah melahap semak-semak yang ada di eks tambang Martapura, Kawasan Air Kelubi, Rabu (8/8) kemarin.

Lahan keriang seluas kurang lebih satu hektar ini, terbakar di beberapa bagian. Beruntung, Damkar Kabupaten Belitung dapat menjinakan api. Sehingga, si Jago Merah tidak sempat masuk ke pemukiman warga.

Adanya kejadian ini, menambah jumlah daftar peristiwa kebakaran di Kabupaten Belitung. Terhitung hingga awal Agustus 2018 ini, sudah ada tujuh peristiwa kebakaran di Negeri Laskar Pelangi.

Enam peristiwa terjadi di Tanjungpandan, yakni Air Ranggong (Air Seruk) sebanyak tiga kali, Jalan Akil Ali, satu sekali, di Kawasan Juru Sebrang dua kali. Sedangkan satu kali lokasi di Kecamatan Badau.

Kabid Damkar Satpol PP Kabupaten Belitung Sonya Butar-Butar mengatakan, dugaan adanya peristwa kebakaran itu lantaran kesengajaan yang dilakukan oleh pemilik lahan. Apalagi saat ini memasuki musim kemarau.

Diperkirakan ada kenaikan angka kebakaran di bulan Agustus 2018. Kata Sonya, pada Agustus tahun lalu (2017), ada sebanyak tujuh peristiwa. Semuanya, yang terbakar adalah semak belukar.

“Diperkirakan naik. Sebab, pada awal Agustus ini, sudah ada tujuh peristiwa kebakaran. Kemungkinan akan bertambah, mengingat musim kemarau hingga bulan September,” terangnya.

Oleh karenanya, dia meminta kepada para pemilik lahan agar berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Pol PP dan pihak kepolisian saat hendak membakar lahan. Sehingga, tidak meresahkan warga lain.

“Selama ini, mereka hanya membakar-bakar saja, tanpa adanya koordinasi. Tentunya, hal itu sangat membahayakan. Bahkan kami tidak mengetahui siapa pemilik lahan itu. Sebab, saat mereka membakar, pemilik langsung kabur (tidak ada di tempat),” pungkasnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Belitung AKP Mahmud menyayangkan, masih adanya seorang yang sengaja membakar hutan. Apalagi, Kapolri Jendral Tito Karnavian, sudah memberikan peringatan tegas, agar tidak ada yang membakar hutan.

Sebab, dalam waktu dekat akan ada event akbar di Indonesia, yakni Asean Games. Untuk tindakan yang dilakukan pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan, apakah ada unsur kesengajaan dalam peristiwa kebakaran ini.

“Jika kita temukan adanya unsur kesengajaan dalam kasus kebakaran hutan ini, kita akan tindak tegas. Sebab, pelaku pembakaran hutan dapat dipidanakan, bahkan hukumannya, mencapai sepuluh tahun,” tegasnya. (kin)

Related Search

Rate this article!
Tags:
author

Author: