banner 728x90

Lalai, Pemilik Sampan dan 2 ABK Menjadi Tersangka Kecelakaan Laut

Para korban sampan tenggelam sempat mendapat penanganan medis di UGD Puskesmas Tanjung Binga. foto ist

* Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

belitongekspres.co.id,  TANJUNGPANDAN – Kepolisian Resort (Polres) Belitung resmi menetapkan tiga orang tersangka, dalam kasus kecelakaan laut yang terjadi di Perairan Pulau Lengkas, Kecamatan Sijuk, Sabtu (8/6) akhir pekan lalu.

Ketiga tersangka yakni TM (40), RW (38) warga Pantai Selaran, Sijuk dan RZ (24) warga Jalan Za Pagar Alam. Saat ini mereka masih dilakukan pemeriksaan oleh Jajaran Satreskrim Polres Belitung.

Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana mengatakan, ketiga orang tersebut memiliki peran berbeda. TM merupakan pemilik perahu sampan. Sedangkan RW dan RZ sebagai Anak Buah Kapal (ABK).

Penetapan tersangka karena mereka dinilai lalai. Yaitu, tetap berlayar meski kondisi kapal dalam keadaan penuh penumpang (melebihi kapasitas dari standar kapal). Sehingga, menyebabkan kapal terbalik dan seseorang meninggal dunia.

“Mereka (ketiganya) dikenakan Pasal 359 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Tentang Kelalaian yang menyebabkan seseorang meninggal dunia. Ancaman hukuman lima tahun penjara,” kata AKBP Yudhis, Minggu (9/6) kemarin.

Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, Jajaran Polres Belitung kedepan meminta Satpolair dan Polsek Sijuk untuk rutin melakukan patroli di seputaran pulau-pulau yang ada di sekitar Tanjung Kelayang.

Selain itu, AKBP Yudhis menghimbau kepada wisatawan, yang hendak berlibur agar menggunakan kapal pariwisata yang sudah disediakan Pemerintah Daerah (Pemda) Belitung. Sebab, kapal-kapal tersebut sudah memiliki sertifikasi kelayakan.

“Seperti di kapal tersebut didukung life jacket. Dan, kapal-kapal yang disediakan Dinas Pariwisata Pemda Belitung, juga sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP),” pungkas pria Jebolan AKPOL 1999.

Sebelumnya, musibah kecelakaan laut yang terjadi di sekitar perairan Pulau Lengkuas, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Sabtu (8/6) sore bikin heboh.

Seorang penumpang perahu sampan tewas dan empat korban lainnya terpaksa mendapat perawatan intensif di RSUD dr H Marsidi Judono, Tanjungpandan.

Nahas terjadi saat para korban menaiki perahu sampan yang melebihi kapasitas. Akibatnya sampan pembawa 25 penumpang dan dua ABK itu, terbalik lalu tenggelam.

Salah seorang korban bernama Rozali (67) meninggal dunia di tempat kejadian dan sempat dilarikan menuju RSUD dr H Marsidi Judono untuk dilakukan visum. Sedangkan para penumpang lainnya selamat dari maut.

Sementara empat dari korban selamat, yaitu seorang balita Kienta (2,5), Cici (34), Dea (16) dan Merisyuniarti (16), harus mendapat perawatan intensif dan masih mengalami trauma.

Berdasarkan Keterangan Pers Pemerintah Kabupaten Belitung, kronologis musibah kecelakaan laut di perairan Pulau Lengkuas terjadi, Sabtu (8/6) sekira pukul 15.00 WIB.

Kejadiannya bermula ketika sebuah perahu sampan ingin mengantarkan penumpang dari pantai Pulau Lengkuas menuju kapal wisata. Para penumpang menaiki sampan karena posisi perahu wisata berada agak di tengah laut.

Tiba-tiba sekira 5 menit perjalanan menuju kapal wisata tersebut, perahu sampan yang memuat 25 orang penumpang oleng hilang keseimbangan dan terbalik.

Sebagian penumpang yang tenggelam langsung dievakuasi kapal wisata menuju darat dan dibawa ke UGD Puskesmas Tanjung Binga. Usai diberikan perawatan, kemudian empat orang korban dirujuk untuk mendapat penanganan medis di RSUD Marsidi Judono Tanjungpandan. (kin)

Related Search

Tags:
author

Author: