banner 728x90

Lapas Narkotika Over Kapasitas

PANGKALPINANG – Jumlah narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Pangkalpinang saat ini sudah melebihi kapasitas. Lapas yang hanya berkapasitas 168 orang ini, kini telah menampung 235 orang narapidana.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika Pangkalpinang, Sulistyo membenarkan hal tersebut. Lapas yang mulai digunakan pada Juli 2012 ini, diisi secara bertahap dan hingga awal September 2012 saja sudah berjumlah 175 napi.
“Sebagian besar merupakan napi yang berasal dari lapas kelas II Pangkalpinang dan lapas kelas II B Sungailiat. Karena dua lapas ini pun sudah over target,” ucap Sulistyo dalam laporannya saat penandatanganan MoU antara Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Babel dan Alim Ulama terkait pembinaan napi Lapas Narkotika Pangkalpinang sekaligus peresmian gedung blok hunian, kemarin (28/1).
Ia melanjutkan, dengan jumlah narapidana sebanyak itu, tidak sepadan dengan jumlah petugas jaga di Lapas Narkotika yang masih jauh dari kata ideal. Meski demikian, ia dan seluruh bawahannya berupaya semaksimal mungkin agar keamanan dan ketertiban Lapas tetap terjaga.
“Selain itu, saya selalu menekankan zero halinar (hape, pungli dan narkotika) ada di Lapas. Kami siap diinvestigasi atau diperiksa kapan saja. Dan saya berani menyatakan bahwa lapas narkotika bebas halinar,” ucap Sulistyo optimis.
Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI, Handoyo Sudrajat menyatakan akan berkoordinasi dengan Kementerian Pendayaan Aparatur Negara, Reformasi dan Birokrasi (Kemenpan-RB) terkait keterbatasan jumlah personil di Lapas Narkotika.
Karena menurutnya, jumlah ideal antara petugas dan napi adalah 1 banding 7. “Di malaysia dan Brunei jumlah idealnya 1 banding 3. Di kita (Indonesia) bahkan ada yang 1 banding 40. Kita akan bahas itu dengan BKN,” ucap Handoyo.
Dalam kesempatan itu, Handoyo juga mengingatkan kepada para petugas di lapas agar menjauhi budaya pungli (pungutan liar). “Kita tidak mentolerir budaya seperti itu. Dan kalau ada informasi atau pun bukti segera laporkan,” tegas Handoyo. (rja)

Related Search

Rate this article!
Tags:
author

Author: