banner 728x90

Latip ‘Kunci’ Cairnya SPPD

* Sadiri: Tanpa Tanda Tangan Latip, SPPD tak Cair!
* Ahda: Penyidik Harus Segera Tetapkan Latip Jadi Tersangka

PENGACARA terdakwa Budik Wahyudi yang terjerat kasus SPPD Fiktif DPRD Kota Pangkalpinang, Ahda Muttaqin, mendesak penyidik Kejaksaan Negeri Pangkalpinang untuk menetapkan Sekretaris Dewan Kota, Latip Pribadi menjadi tersangka dalam kasus itu. Karena, kunci cair tidaknya duit negara justru ada di tangan Latip.

———————

“TANPA tanda tangan Pak Latip, SPPD tidak bisa cair. Dia juga bisa menunda pencairan,” demikian kesaksian salah satu anggota DPRD Kota Pangkalpinang, Sadiri, menjawab pertanyaan majelis dalam sidang di Pengadilan Tipikor, kemarin.

Jawaban enteng Sadiri terucap ketika majelis hakim menyinggung soal peran Sekretaris DPRD Latip Pribadi, dalam pencairan uang SPPD tersebut.

Jawaban dari anggota dewan itu sudah sangat jelas. Itu sebabnya, Ahda mendesak agar penyidik dari Kejaksaan Negeri Pangkalpinang untuk segera menetapkan tersangka baru yakni, Latip Pribadi. Menurut Ahda fakta persidangan dari hari ke hari kian terang benderang mengungkap peran Latip Pribadi dalam pusaran korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) itu.

“Tunggu apa lagi, jangan sampai masyarakat luas menjadi bergejolak akibat kesal dengan ulah penyidik yang tebang pilih. Kasus ini segera tuntaskan setuntas-tuntasnya, jangan hanya klien kami ditumbalkan,” desak mantan aktivis Permahi Universitas Bangka Belitung (UBB) itu lagi.

Ahda mengatakan, pencairan uang oleh Budik Wahyudi sudah sepengetahuan dari Latip Pribadi selaku atasan langsung Budik Wahyudi. ”Jadi gak ada alasan lagi ataupun pembelaan lagi dari penyidik guna menyelamatkan seorang Latip Pribadi. Latip sudah mendapat laporan langsung atas ketidakhadiran para dewan itu juga dari para notulen. Seharusnya Latip langsung memberikan arahan kalau duit SPPD itu tidak boleh cair ataupun ditunda,” tukasnya.

Sementara itu, ke 3 anggota dewan yang bersaksi kemarin mengakui kesalahan mereka soal pencairan SPPD. Mereka akhirnya berjanji untuk siap memulangkan kembali uang tersebut kepada kas negara.

“Aku salah yang mulia. Saya sudah bawa uangnya, mau dibalikin,” lirih Sadiri.

Dalam dakwaan lalu JPU menyatakan biaya SPPD yang telah dikucurkan oleh terdakwa Budik Wahyudi total senilai Rp Rp 313.949.197. Namun oleh JPU hanya nilai total Rp 158.253.197 yang diterima 13 dewan itu kemudian yang dijadikan JPU sebagai patokan angka kerugian negara.

Sementara sisanya Rp 155,696,000 tidak dibahas lebih lanjut.
Kemarin, ada 3 anggota dewan yang memberikan kesaksian. Masing-masing Sadiri, Michael Pratama dan Satriya Mardika. Dalam kesaksianya 3 anggota dewan terhormat itu di hadapan majelis hakim yang diketuai Sri Endang, mengakui kesalahan mereka.(eza)

Related Search

Rate this article!
Tags:
author

Author: