banner 728x90

Lembaga Pengawas Adalah Mitra Strategis KPU

banner 468x60

MANGGAR – Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Provinsi Bangka Belitung, Andi Budi Yulianto mengingatkan jajaran lembaga pengawas pemilu sebagai mitra strategis KPU dan jajaran dibawahnya. Meski demikian, tugas jajaran pengawas adalah mengawasi pelaksanaan tahapan yang dilaksanakan oleh KPU beserta jajaran di bawahnya.

“Kita harus menyadari bahwa kita bagian dari penyelenggara. Tentu yang satu melakukan penyelenggaraan (KPU), yang satu mengawasi (Bawaslu). Sebenarnya yang kita awasi tidak hanya penyelenggara saja, tapi juga peserta pemilu, masyarakat dan internal kita,” ujar Andi ketika memberikan materi rapat pemutakhiran data pemilih kepada jajaran Panwaskab Beltim dan Panwascam se Beltim, Jum’at (19/4) pekan lalu.

banner 300x250

“Tentu tidak adil kalau kita melakukan pengawasan terhadap penyelenggara kemudian ke peserta dan internal kita tidak. Terkait dengan netralitas dan integritas sebagainya,” imbuhnya.

Kembali menegaskan soal KPU dan jajarannya, Andi meminta jajaran Bawaslu menempatkannya sebagai mitra kerja dalam melaksanakan dan melakukan pengawasan. Sebab, KPU-lah yang akan melaksanakan teknis semua tahapan menuju pemilu 2019. “Jadi yang kita awasi norma-norma termasuk Undang-Undang pun termasuk peraturan KPU,” tegasnya.

Di sisi lain, menjawab pertanyaan wartawan terkait telah berlangsungnya kegiatan pemutakhiran data pemilih secara serentak pada tanggal 17 April 2018, Andi memastikan telah berjalan dengan baik. Meski demikian, ia memprediksi kegiatan pemutakhiran data pemilih bisa saja berpotensi kehilangan hak suara yang disebabkan beberapa faktor.

“Sampai sekarang kita belum melihat. Kalau di Kabupaten Bangka, ada beberapa daerah perbatasan seperti di Kace Timur dengan Kecamatan Rangkui memang ada penduduk yang ber-KTP Pangkal Pinang tapi berdomisili di Kace Timur. Tetapi ini sudah kita arahkan agar bisa dilaksanakan (pemutakhiran data pemilih, red) sebelum pelaksanaan pemilu. Karena ini potensi besar sekali,” ulasnya.

Rapat koordinasi pemutakhiran data pemilih yang dihadiri Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Provinsi Bangka Belitung selaku narasumber, mengikutsertakan seluruh pengawas Desa dan Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan. Dalam kesempatan tanya jawab, dilontarkan beberapa pertanyaan yang diarahkan pada cara kerja pengawas di lapangan. Seperti temuan terkait petugas pantarlih yang tidak mengenakan atribut pantarlih, SOP yang harus dilaksanakan petugas hingga perlu tidaknya melaporkan pelanggaran yang dilakukan petugas pantarlih. (msi)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: