banner 728x90

Libur Panjang, Malang Gelar Festival Kulier Tempo Doeloe

banner 468x60

Malang-tempo-Doeloe-demotixCom

banner 300x250

Kota Malang punya cara menarik mengisi libur panjang akhir pekan, yaitu menggelar Festival Kuliner Tempo Doeloe.

Festival digelar di The Shalimar Boutique Hotel, sejak awal liburan sampai Sabtu (7/5). Acara ini mendapat respon luar biasa dari warga Malang, dan kota-kota di sekitarnya.

Lokasi festival dibuat mendekati suasana Tempo Doloe, utamanya era kolonial. Kios-kios kecil dibuat sangat tradisional, dengan atap rumbia dan berdinding anyaman bambu, serta orang-orang berpakaian era 1930-an.

Ada noni Belanda, kaum Indisch, atau penguasa Jawa dengan segala atributnya. Atau warga Tionghoa Malang yang masih memegang budaya leluhur.

“Kami terinspirasi Festival Tong Tong di Belanda,” kata Sanjoyo Tjokro, general manajer The Shalimar Boutique Hotel.

Festival Tong Tong digagas Tjalie Robinson, seorang penulis Indisch yang gundah. Tjalie Robinson mengambil mentah-mentah konsep Pasar Malam Gambari. Di Jakarta, Pasar Malam Gambir menjadi Jakarta Fair.

Musik yang mengalun di seputar lokasi juga berasal dari era pra-kemerdekaan. Ada keroncong, dan musik-musik rakyat bernama congkekan — campuran rebana dengan gamelan.

Kuliner yang dijajakan adalah Pecel Tumpang dengan bumbu tempe, Lontong Sayur, Ayam Bakar Cocok, Cui Mie, dan berbagai jajanan pasar-pasar di Malang Tempoe Doloe.

“Pengunjung lokal dan mancanegara bisa menikmati makanan apa pun sepuasnya,” kata Sanjoyo Tjokro.

Ida Ayu, kepala Dinas Pariwisata Malang, mengapresiasi acara ini. Menurutnya, festival ini sejalan dengan pengembangan wisata Malang.

“Bukan tidak mungkin hotel-hotel lain tergerak menghadirkan sesuatu untuk pengembangan pariwisata Malang,” katanya.(be)

 

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: