banner 728x90

LPPOM MUI Temukan Resto Terindikasi “Babi”

*Sarankan Masyarakat Berbuka di Resto Berlebel Halal

Nardi-Pratomo

Nardi Pratomo

TANJUNGPANDAN – LPPOM MUI Provinsi Bangka Belitung (Babel) masih menemukan beberapa restoran dan rumah makan di Babel yang tidak menjaga kehalalan makanan dan minumannya. Untuk itu, Direktur LPPOM MUI Babel Nardi Pratomo di bulan puasa penuh berkah ini, masyarakat diminta lebih waspada dan teliti.

“Kami menyarankan masyrakat yang ingin berbuka puasa, tolong di rumah makan, kafe, atau restoran yang sudah memiliki sertifikat halal. Karena, tidak ragu terhadap bahan makanan, proses maupun penyajiannya,” ajak Nardi saat dihubungi Senin (29/5) kemarin.

Selain itu, di bulan suci ramadan ini pihaknya juga menghimbau agar masyarakat dapat menjaga makanan dan minuman yang dikonsumsi dan memilih makanan dengan cermat. “Sebab saat ini masih terdapat makan haram di pasaran,”ujar Nardi.

Dicontohkannya, seperti cuka yang digunakan untuk memasak makanan mengandung alkohol lebih dari 14 %. Tentunya hal tersebut sangat disayangkan, sehingga menyebabkan makanan menjadi tidak layak konsumsi.

“Kami masih menemukan restoran dan rumah makan yang terindikasi, dimana mereka menyajikan makanan halal tetapi menghindangkannya dengan cara non halal yang terindikasi dari babi. Memang ruangannya terpisah, tetapi dari bahan dan peralatannya seperti kulkas digunakan secara bersama,” ungkap Nardi.

Nardi berharap jangan sampai masyarakat makan di restoran tersebut. Oleh karena masyarakat harus mencari tahu terlebih dahulu dimana rumah makan maupun restoran yang beresiko tidak halal itu.

“Jangan sungkan untuk bertanya kepada LPPOM dimana Lokasi RM dan restoran yang sudah atau belum memiliki sertifikat halal, sebab itu penting sekali,” katanya.

Tak hanya itu, dirinya juga meminta masyarakat mewaspadai produk yang sudah kadaluarsa, yang biasanya meningkat menjelang lebaran nanti. Barang-barang yang telah kadaluarsa biasanya dimanfaatkan untuk dijual lagi oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab.

“Jadilah konsumen yang cerdas untuk membaca tanggal kadaluarsa. Cek juga label kemasan apakah terdaftar di BPPOM kemudian pastikan juga label halal ada. Dan Kami LPPOM MUI berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah puasanya dengan aman, tenang dan barokah,” pungkasnya (rez)

Related Search

Tags:
author

Author: