banner 728x90

Mahasan Belum Juga Pulang Melaut

*Hari Ini Timgab Lanjutkan Pencarian

DAMAR –   Sejak pergi melaut dengan menggunakan perahu Kater berwarna merah, Senin lalu (6/3) hingga  kemarin (7/3), Mahasan (57) tak kunjung pulang ke pangkalan nelayan di Desa Burong Mandi Kecamatan Damar.  Padahal biasanya, warga Desa Burong Mandi, Kecamatan Damar, Belitung Timur (Beltim) ini tak pernah bermalam saat melaut. Tak pelak, hal ini membuat keluarganya resah.

Mengetahui hal itu, para nelayan Burong Mandi sibuk melakukan pencarian hingga pukul 01.00 WIB, Selasa (7/3) dini hari.   Namun sayangnya, Mahasan belum juga diketahui kabarnya.

Karena itulah kemudian, warga setempat bersama Anggota DPRD Beltim Koko Haryanto dan Kepala Desa Burong Mandi langsung memberitahukan kejadian tersebut kepada Tagana Beltim.

“Beliau sendirian. Kebiasaannya, kalau berangkat pagi, sore itu biasanya sudah berada di rumah. Tapi kemarin ditunggu sampai sore tidak juga kunjung pulang,” ungkap Koordinator Tagana Beltim Mahroni Hidayat, Selasa (7/3) malam.

“Semalam kami koordinasi. Tadi jam 06.00 WIB kami (Tim Terpadu), kumpul dan mulai melakukan pencarian,” ujar Dayat.

Tim yang terdiri dari Satpolair Polres Beltim, Tagana Beltim, Basarnas Pos SAR Belitung, dan TNI AL itu kemudian berangkat melakukan pencarian ke sejumlah pulau di perairan Beltim.  Mereka juga dibantu nelayan, RAPI, dan ORARI. Pencarian menggunakan satu unit kapal milik Satpolair Polres Beltim dan rubber boat milik Basarnas Pos SAR Belitung.
“Kami sisir ke Pulau Memperak, Buku Limau, sampai ke Pulau Siadong. Sekitar jam setengah 12 siang kami dapat informasi bahwa ada nelayan Buku Limau menemukan sebatang bambu yang biasa digunakan sebagai lengan kater. Itu ditemukan di sekitar antara Pulau Siadong dan Memperak, arah timur. Lengan kater itu kemudian ditarik nelayan ke Pulau Buku Limau” tutur Dayat.

Mendapat informasi soal penemuan itu, Tim Terpadu kemudian bergegas ke Pulau Buku Limau.  Dayat menyatakan bambu yang merupakan lengan kater berwarna merah agak orange itu sementara terkonfirmasi adalah milik kater Mahasan.  Setidaknya hal ini terkonfimasi oleh keluarga Mahasan.  “Kami foto, kami sebar.  Pernyataan dari Pak Koko atau keluarga, itu betul lengan kater Pak Mahasan. Itu kemungkinan besar karena sesuai dengan warna kater beliau,” ujar Dayat.

Pencarian dihentikan pada pukul 14.45 WIB karena gelombang tinggi.  Pencarianpun lanjut Dayat, akan dilanjutkan besok pagi (hari ini-red) dengan menyusuri lokasi perairan Pulau Buku Limau arah timur dan selatan.  “Kami sudah koordinasi tadi, besok pagi kami lakukan pencarian ke arah Pulau Buku Limau arah timur dan selatan. Sampai saat ini, kami nyatakan beliau belum pulang. Kalau dari pihak kepolisian mungkin dinyatakan hilang. Belum tahu bagaimana keadaan pasti beliau,” tutupnya. (feb)

Related Search

Rate this article!
Tags:
author

Author: