banner 728x90

Manfaat Olahraga Kurang dari 1 Jam

banner 468x60
foto-HL-kesehatan

Olahraga. Ilustrasi. Foto Healthycare

Penelitian baru telah menemukan kurang dari satu jam latihan ketahanan per minggu bisa membantu mengurangi risiko pengembangan sindrom metabolik yang bisa menyebabkan penyakit jantung.

banner 300x250

Sindrom metabolik adalah sekelompok kondisi yang terjadi bersamaan yang meliputi tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, kelebihan berat badan dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, stroke dan diabetes.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa hanya 15 menit berolahraga setiap hari dengan intensitas sedang bisa menurunkan risiko kematian dini akibat penyakit jantung.

Namun studi ini berfokus pada pelatihan ketahanan, seperti berlari dan bersepeda.

Meskipun penelitian ini adalah tentang latihan ketahanan atau latihan beban, para periset telah menemukan kedua hal tersebut juga bisa mengurangi risiko diabetes tipe-2 dan memperbaiki kesehatan tulang.

Studi baru ini adalah yang pertama melihat efek pelatihan ketahanan terhadap risiko pengembangan sindrom metabolik.

Dilakukan oleh periset dari Universitas Radboud University Medical Centre, Belanda bersama rekan peneliti dari Inggris, Spanyol dan Amerika, penelitian ini menggunakan data dari 7.418 pria paruh baya dan wanita yang berpartisipasi dalam Aerobics Center Longitudinal Study (ACLS) di AS.

Peserta diminta melaporkan berapa banyak latihan ketahanan yang mereka lakukan per minggu, baik jumlah menit maupun jumlah sesi.

Semua peserta sehat dan tanpa sindrom metabolik pada awal penelitian.

Latihan/olahraga, bahkan untuk waktu yang singkat, secara signifikan bisa menurunkan risiko sindrom metabolik.

Selama penelitian, yang dilakukan antara 1987-2006, 15 persen peserta mengembangkan sindrom metabolik.

Setelah mempertimbangkan faktor-faktor seperti status merokok dan pelatihan ketahanan reguler, para periset menemukan bahwa mereka yang terlibat dalam pelatihan ketahanan, termasuk mereka yang menyelesaikan dua sesi pelatihan yang direkomendasikan dalam seminggu adalah 17 persen lebih rendah dalam risiko pengembangan metabolik.

Sindrom kemudian dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukan latihan ketahanan sama sekali.

Temuan ini menunjukkan bahwa sejumlah kecil latihan ketahanan yang dilakukan hanya sekali atau dua kali seminggu mungkin cukup untuk mendapatkan manfaat kesehatan.

“Sejumlah latihan resistensi sederhana, seperti dua sesi 30 menit per minggu, memiliki efek yang paling menguntungkan,” kata penulis utama studi,Esmée Bakker, seperti dilansir laman MSN, Rabu (12/7).

“Temuan ini harus disertakan dalam standar medis untuk mencegah sindrom metabolik dan penyakit kardiovaskular di masa depan” pungkas Bakker.

Penelitian ini diterbitkan dalam situs Mayo Clinic Proceedings.(fny/jpnn)

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Tags:
author

Author: