banner 728x90

Masyarakat Burong Mandi Buru Anjing Liar

Warga Desa Burung Mandi sedang melakukan persiapan operasi pembasmian anjing liar di wilayah mereka. (Istimewa)

*Sudah Sangat Mengganggu Kenyamanan

DAMAR – Tingginya populasi anjing liar di Desa Burong Mandi membuat pemerintah desa dan masyarakat khawatir. Bahkan tak jarang, anjing-anjing liar mengganggu warga yang hendak menuju kawasan wisata Pantai Burong Mandi.

“Jumlah populasi anjing liar di Desa Burong Mandi dari pantauan kami keberadaan anjing liar sudah sangat mengganggu kenyamanan masyarakat, khususnya bagi pengguna jalan umum,” ungkap salah seorang warga Desa Burung Mandi, Koko Haryanto saat dihubungi Belitong Ekspres, Selasa (23/10) kemarin.

Menurut Koko, beberapa waktu lalu ada sejumlah kejadian kecelakaan disebabkan anjing liar yang melintas di jalan raya maupun kebiasaan anjing liar tidur di jalan Raya. Begitu juga saat ada pengunjung hendak berwisata ke Pantai Burong Mandi maupun kuil Dewi Kuan Im yang sering merasa terganggu.

Untuk itu kata Koko, Pemerintah Desa berupaya agar jumlah populasi anjing liar dapat dikendalikan. Koko yang juga anggota DPRD Beltim mengatakan, atas dasar itu kemudian Kepala Desa beserta Limnas Desa Burong Mandi mengambil langkah cepat agar keberadaan anjing liar tersebut dapat ditekan populasinya.

Kegiatan yang dinamakan operasi Buru Anjing Liar ini sengaja dilaksanakan pada malam hari, ketika anjing liar tersebut sedang bermain-main di jalan raya. Koko menuturkan bahwa operasi ini sudah lama direncanakan, namun terkendala racun pembasmi yang sulit didapat.

“Kegiatan ini merupakan kali kedua dilaksanakan, dulu waktu saya menjadi Kepala Desa pernah juga ini dilakukan. Perkembangan populasi anjing liar cukup pesat. Semalam kami mendapatkan beberapa puluh ekor, namun tidak sebanyak yang dulu, karena racun pembasminya sedikit,” jelas Koko.

Koko menyarankan agar dinas terkait membantu dalam pengadaan racun pembasmi sehingga gerakan membasmi anjing liar tidak hanya di wilayah Desa Burung Mandi.

“Kedepan kami akan lakukan lagi operasi semacam ini bila sudah ada racun pembasmi yang kami peroleh. Saya menyarankan agar dinas terkait membantu dalam pengadaan racun pembasminya, sehingga gerakan ini bukan hanya dilakukan di Desa Burong Mandi saja, namun bisa ke desa-desa lainnya yang punya problem sama,” harap Koko.

Koko mengatakan, atasupaya Desa Burung Mandi, sejumlah Desa lain telah meminta bantuannya agar operasi pembasmian anjing liar dapat dilakukan secara luas.

“Saya banyak ditelepon kawan-kawan di Desa lain agar mereka juga bisa melakukan operasi anjing liar bila ada racun pembasminya. Keberadaan anjing liar ini sudah seperti hama, yang harus dibasmi. Kita bukan memberantas seluruhnya, namun khusus anjing liar saja yang tidak memiliki tuan atau pemiliknya,” kata Koko.

“Bagi masyarakat pemilik anjing yang mungkin ada manfaatnya untuk berburu atau penjaga kebun misalnya, agar dapat dijaga dengan baik jangan sampai menjadi hama yang dapat merugikan keselamatan orang lain,” ulasnya. (msi)

Related Search

author

Author: