banner 728x90

Mengais Rejeki, Berdagang Bendera Sejak Tahun 2005

Seorang pengendara melintas di depan lokasi penjualan bendera di Gedung Nasional, Tanjungpandan.

TANJUNGPANDAN – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 73, Jumat (17/8) mendatang, penjual bendera di Kabupaten Belitung sudah mulai menjamur.

Salah satunya, yang ada di Kawasan Gedung Nasional (Genas) Jalan RE Martadinata, Tanjungpandan. Mereka mulai menjual pernak-pernik peringatan proklamasi ini, sejak bulan Juli 2018 lalu.

Mereka mayoritas pedagang musimam asal Garut, Jawa Barat. “Saya berjualan di sini (Genas,red) sejak tahun 2005 silam. Bendera-bendera ini kami datangkan langsung dari Garut,” kata Nandar, penjual bendera ini.

Dia menjelaskan, berbagai variasi bendera dijual. Seperti umbul-umbul, bendera merah putih, hingga remper. Untuk harga bervariasi. Ada yang Rp 30 ribu hingga paling mahal Rp 60 ribu per bendera.

Uniknya, selama dia menjual bendera di Belitung, para penjual tidak pernah menawar dagangannya.

“Saat pembeli nanya berapa harganya, saya jawab Rp 60 ribu, mereka langsung membayarnya,” kata Nandar.

Mayoritas pembeli bendera di tempat ini dari berbagai kalangan. Mulai dari sekolahan, rumah-rumah hingga dinas dan instansi yang ada di Kabupaten Belitung. Seperti Polres Belitung, dan Kodim 0414 Belitung.

Meski begitu, dia mengeluhkan penjualan bendera tahun ini. Menurutnya, di tahun 2018, beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2017, sebelum memasuki tanggal 10 Agustus, dia mendapat omset hingga Rp 20 juta.

“Namun untuk kali ini masih sepi. Tapi, untuk tiap hari, tetap ada lima hingga sepuluh orang membeli bendera,” ujar pedangang musiman asal Garut Jawa Barat ini. (kin)

Related Search

Tags:
author

Author: