banner 728x90

Menpar Puji Berebut Lawang Belitong

*Terkesima dengan Tarian Pendulang Timah, Yakin 100%

foto A- tari pendulang timah di ekw 2015

Foto: ainul yakin/be

Sajian Tari Pendulang Timah di acara Ekspedisi Kapsul Waktu 2085 yang mampu mempesona tamu termasuk Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Bupati Belitung serta sejumlah pejabat daerah.
TANJUNGPANDAN-Menteri Pariwisata Arief Yahya terpukau ketika menyaksikan penampilan adat Belitong Berebut Lawang saat menyambut tim Ekpedisi Kapsul Waktu (EKW) di Pantai Tanjung Tinggi, Selasa (13/10). Selain itu, Menteri juga terkesima dengan sajian Tari Pendulang Timah, sehingga sempat mengabadikan melalui ponselnya.

Sejak awal hingga akhir prosesi Berebut Lawang, Menpar nampak terus tertawa. Sepanjang acara Menteri ditemani Bupati Belitung Sahani Saleh. Menpar mengatakan, Belitong tidak kalah soal budaya. Di Belitong sangat banyak budaya yang bisa dijual. Seperti halnya adat Berebut Lawang.

“Budaya berpantun melayu Belitung itu salah satu daya pikat tersendiri bagi wisatawan,” kata Menpar.

Saat menyambut EKW, sajian pembuka, Belitong menampilkan prosesi Berebut Lawang. Dua orang ditampilkan saling berbalas pantun. Dari pihak tuan rumah menghadang tamu dengan tali. Tamu dilarang masuk sebelum menyelesaikan administrasi “surat menyurat”. Drama berpantuan saat itu, sang tuan rumah meminta sejumlah uang untuk masuk dengan cara berbalas pantun.

Tamu dilarang masuk sebelum membayar sesuai permintaan. Ketika tamu membayar sesuai permintaan barulah dipersilahkan masuk. “Dan untuk Belitung sendiri untuk pariwisata mimpi saya untuk menjadikan Belitung menjadi Maldives. Yang tentu akan berbasis budaya, tempat yang kaya raya di sini, alamnya yang indah. Semakin dilestarikan akan semakin indah,” kata Arief Yahya di hadapan wartawan.

Ia juga memuji penampilan tarian Pendulang Timah karya Andrea Hirata. Bahkan, ia sempat mengabadikan melalui ponselnya. Saat tarian berlangsung, Menpar terlihat disibukan merekam aksi tarian Pendulang Timah.

“Dari sisi culture (budaya,Red), performance anak-anak Belitung sudah layak, pantas menjadi destinasi kelas dunia. Saya tidak takut dengan kreativitas mereka. Saya yakin 100 persen mereka sanggup dan tidak takut kehabisan stok,” ungkap Arief Yahya. (ade)

Related Search

Rate this article!
Tags:
author

Author: