banner 728x90

Menpar Yakin Belitung Capai 500 Ribu Wisman

*Tapi Harga Tiket Masih jadi Kendala

belitongekspres.co.id, SIJUK – Pada tahun 2019 ini, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemanpar RI) menargetkan 500 ribu wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke Negeri Laskar Pelangi, julukan Pulau Belitong.

Sebab, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menilai perkembangan pariwisata di Pulau Belitong saat ini semakin pesat. Banyak pembangunan sudah dilakukan. Di antaranya ada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Swiss-Belresort Tanjung Binga Belitung, yang baru diresmikan.

Menurut Arief Yahya, pada saat dia baru menjadi di Kemenpar, hanya melihat adanya kunjungan sebanyak 15 ribu wisman berkunjung ke Belitung. Namun, pada ketika beberapa tahun menjabat, jumlah kunjungan wisman tersebut naik drastis.

“Waktu itu beberapa tahun lalu saya melihat sudah tembus angka 15 ribu pertahun. Dan sekarang sudah naik melebihi angka itu,” ujarnya usai acara peresmian Swiss-Belresort Tanjung Binga Belitung, Selasa (29/30) kemarin.

Dirinya pun optimis Belitung akan mencapai hal tersebut. Pasalnya, Belitung memiliki budaya dan kekayaan alam yang sangat indah. Dimana Negeri Laskar Pelangi sudah masuk sepuluh besar destinasi pariwisata nasional atau sepuluh Bali baru.

Ditambah lagi, saat ini Belitung sedang menuju Geopark Internasional (Geopark Unisco Global). Tentunya itu akan membuat wisman tertarik berkunjung ke Belitong. “Saya yakin Belitung bisa bersaing dengan Pulau Bintan, dan daerah lainnya,” tukas Arif Yahya.

Namun, ada kendala yang dialami saat ini adalah masalah mahalnya tiket penerbangan menuju Belitung. Hal tersebut, sekarang menjadi keprihatinan Kemenpar. Arief pun akan mencarikan solusi untuk mengatasi permasalahan itu.

“Untuk solusi yang kita tawarkan seperti di Banyuwangi. Pemerintahnya bahu membahu (gotong royong,red), agar harga tiketnya murah. Bahkan ada yang sekali penerbangan harganya cuma Rp 250 ribu,” jelasnya.

Dalam mengatasi hal tersebut, pemerintah daerah seperti Kabupaten, Provinsi serta industri juga harus ikut andil. Kata Arief, Kemenpar berjanji akan turut membantu Pemerintah Kabupaten Belitung, mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi sekarang.

“Yang paling penting, jangan sampai harga tiket dari Singapura ke Belitung, lebih mahal dari Singapura ke Bali. Jika itu terjadi, tentunya wisatawan akan menoleh ke Bali dibandingkan Belitung,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem) mengatakan dengan adanya hotel bertarap internasional seperti Swissbelhotel Internasional, membuktikan bahwa pariwisata Belitung mengalami kemajuan. Maka dari itu, dia optimis bisa mencapai target 500 ribu wisman, yang ditetapkan Kemenpar.

“Adanya Swissbelhotel artinya kita menambah salah satu akomodasi dari sektor pariwisata. Nah, tentunya Swissbel kan Hotel Internasional, hadirnya hotel bertarap Internasional membuktikan kemajuan pariwisata di Belitung,” kata Sanem. (kin/dod)

Related Search

Tags:
author

Author: