banner 728x90

Menyiapkan Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat

Narasumber dari Basarnas sedang memberikan pembekalan kepada masyarakat Desa Lalang dalam kegiatan pelatihan kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat.

MANGGAR – Kejadian tidak terduga seperti bencana, bisa datang kapan saja. Korban seringkali tidak menyadari dan tidak tahu harus melakukan tindakan apa ketika bencana terjadi. Karenanya, upaya mengantisipasi perlu disiapkan sejak dini dengan mengetahui langkah-langkah awal sebelum bantuan datang.

Seperti yang dilakukan Pemerintah Desa Lalang Kecamatan Manggar, Sabtu (12/8) pekan lalu. Melibatkan 40 warga Desa yang terdiri dari unsur Linmas, PKK dan masyarakat, mendapat pelatihan kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat.

“Berawal dari pengalaman kejadian tahun lalu bahwa kita benar-benar mengalami kali pertama musibah. Saat itu kita tidak tahu apa yang harus dilakukan, kita bingung dan pengetahuan kita tentang bencana terbatas,” ungkap Kepala Desa Lalang, Radianta kepada Belitong Ekspres.

Menurutnya, meskipun Kabupaten Beltim memiliki tim penanggulangan bencana maupun Basarnas namun sesaat kejadian bencana tiba tetap memerlukan kesiapan korban sendiri. Selain itu, bantuan tidak serta merta bisa sampai kelokasi kejadian sesaat kemudian karena memerlukan persiapan.

“Nah dasar dari situlah, bagaimana kita menyiapkan kesiapsiagaan. Jadi memang kita sudah punya Basarnas, Tagana apalagi BPBD Kabupaten sudah terbentuk. Pertanyaannya untuk apa kita susah-susah tinggal telpon mereka datang. Balik ke kejadian tahun lalu, disaat kita membutuhkan tagana tetapi tagananya dengan personil yang terbatas tidak bisa menangani kita. Bukan mereka tidak mau,” terang Radianta.

Ia melanjutkan, kesiapsiagaan bisa melibatkan masyarakat. Sehingga meskipun bantuan belum datang, masyarakat tahu apa yang harus dilakukan sebelum bantuan datang.

“Lini terdepan adalah masyarakat. Artinya kita meminimalisir sebisa mungkin tentang apa yang terjadi di masyarakat. Masyarakat benar-benar siap saat ada kejadian. Bukan berarti kita berdoa agar ada kejadian bencana tapi mempersiapkan jika terjadi sesuatu,” kata Radianta.

Sementara itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Beltim yang diwakili Dinas Sosial mengakui bahwa Desa Lalang menjadi salah satu Desa yang memiliki potensi SAR. “Potensi SAR-nya ada di Desa Lalang. Ini karena ada nelayan, kemungkinan kebakaran maupun bencana lainnya. Untuk itulah Desa Lalang telah mempersiapkan, sudah lebih dulu mempersiapkan masyarakat untuk membentuk unit penangulangan bencana tingkat Desa,” ujar Jasnandi dalam kapasitas mewakili Dinas Sosial.

Menurut dia, tanggap darurat umumnya terselamatkan orang terdekat dengan lokasi. Sekalipun, Pemerintah daerah maupun pihak diluar tempat kejadian memiliki kemampuan penyelamatan namun memerlukan waktu untuk menuju tempat kejadian. “Umumnya terselamatkan oleh orang terdekat dengan lokasi kejadian. Sekalipun pemerintah sudah memiliki BPBD, Tagana maupun Basarnas tapi lini terbawahnya adalah di masyarakat sebagai basis,” sebut Jasnandi. (msi)

Related Search

Tags:
author

Author: