banner 728x90

Minta Keringanan Hukuman, Jaksa Bergeming

*Tuntutan Tetap 4 Tahun Penjara, Jelas Melanggar Undang-undang Narkotika

TANJUNGPANDAN-Pengadilan Negeri Tanjungpandan (PN) kembali menggelar sidang kasus narkoba di Belitung dengan terdakwa Edi alias Acung. Sidang di Ruang Sidang PN, Rabu (12/8) kemarin dengan agenda  pledoi (nota pembelaan) terdakwa.
Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Tanjungpandan menuntut terdakwa dengan hukuman penjara Empat Tahun. Sebab, terdakwa terbukti secara sah melanggar Undang-undang Nomor 30 Tahun 2009 Tentang Narkotika, Pasal 127 ayat (1) huruf a. Kali ini Acung melakukan pledoi melalui lisan.
Dalam pembelaannya, dia meminta kepada majelis hakim yang dipimpin Hakim Ketua Sarudi SH, didampinggi Hakim Anggota Riki Perdana Waruwu SH MH serta Mahendra Adhi Purwanta SH untuk diberikan keringanan hukuman. Dia juga meminta maaf terhadap masyarakat Belitung. Sebab, akibat ulahnya jelas-jelas melanggar program negara tentang narkotika sehingga membuat warga resah.
“Hukuman empat tahun saya rasa terlalu berat. Sebab, saya memiliki orang tua yang usianya sudah tua. Maka dari itu, saya meminta keringanan hukuman yang diajukan oleh Jaksa,” ujar Acung dihadapan Jaksa dan majelis hakim.
Sementara itu, menanggapi  pledoi terdakwa, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tanjungpandan Catur Hendra Putra, kukuh pada pendirian tetap menuntut terdakwa hukuman empat tahun penjara. “Kami tetap pada pendirian, menuntut terdakwa empat tahun,” katanya.
Menanggapi pledoi Acung dan replik (jawaban) JPU Kejaksaan Negeri Tanjungpandan, pihak pengadilan masih belum bisa memberikan jawaban. Hakim Ketua, mengatakan, sidang ditunda hingga Rabu mendatang dengan agenda putusan. “Sidang kita tunda dulu. Sebab, kita harus memusyawarahkan masalah ini. Rabu depan kita akan berikan jawaban dari putusan ini,” pungkasnya. (kin)

Related Search

Tags:
author

Author: