banner 728x90

Mosi Tak Percaya LPPOM MUI Babel, Bergulir!

Sejumlah masyarakat Belitung ikut membubuhkan tandatangan sebagai sikap dukungan mereka terhadap gerakan moral mosi tak percaya LPPOM MUI Babel.

*Dianggap Istimewakan Mie Atep

TANJUNGPANDAN – Gerakan moral masyarakat menolak LPPOM MUI Babel yang menetapkan RM Mie Atep sebagai Duta Halal Belitong, bergulir. Respon masyarakat yang juga terkait dengan pemberian Sertifikat Halal RM ini, dituangkan dalam sebuah spanduk berukuran raksasa, Kamis (13/9) kemarin.

Secara bergantian masyarakat Belitung membubuhkan tandatangan sebagai sikap dukungan mereka terhadap gerakan moral tersebut. Mereka menganggap apa yang dilakukan LPPOM MUI Babel telah menciderai perasaan umat dan mengusik rasa keadilan masyarakat Belitung.

Dalam press release Gerakan Peduli Halal Belitung yang disampaikan Zulkifli Umar, dipaparkan ada fakta yang berkembang saat ini berkaitan dengan pemberian sertifikat halal RM Mie Atep oleh LPPOM MUI Babel. Di antaranya proses pemberian Sertifikat Halal dalam waktu yang singkat dan cepat, hingga penyematan duta halal terhadap RM tersebut.

Keraguan pun dirasakan karena sebelumnya secara nyata dua kali ditemukan bahan tidak halal oleh LPPOM MUI Babel di tempat usaha Mie Atep. Akibatnya dua kali pula mie yang populer di kalangan wisatawan dinyatakan tidak memenuhi syarat kehalalan. Bahkan, Mie Atep merupakan unit usaha yang semula menolak himbauan LPPOM MUI untuk mengajukan Sertifikasi Halal.

Dalam persoalan ini, dinilai tidak ada itikad baik dari Mie Atep kepada masyarakat atas kelalaian mereka tersebut. Dan sekarang secara mengejutkan, berbarengan dengan diberikannya Sertifikat Halal, Mie Atep juga ditetapkan sebagai Duta Halal oleh LPPOM MUI Babel.

“Ini sebuah sematan yang dinilai ceroboh, tidak peka dan tidak beralasan. Apakah penghargaan tersebut layak disematkan pada Mie Atep yang pernah dua kali berstatus tidak halal dan pernah menolak untuk diaudit halal?,” tanya tokoh masyarakat Belitung Zulkifli Umar.

Selain, ia juga mempertanyakan apa urgensinya penghargaan itu. Apakah tidak ada unit usaha kuliner lain yang lebih layak dan lebih baik dalam kepatutan dan ketaatan mengurus sertifikasi halal ini?. Menurutnya, ada apa dengan LPPOM MUI Babel sampai sedemikian mengistimewakan Mie Atep. Yang mana proses penerbitan sertifikat halalnya bisa dipercepat, dan mendapatkan penghargaan sebagai duta halal.

“Bahkan lebih istimewanya lagi, di hari diberikannya Sertifikat Halal oleh LPPOM MUI, juga dihadiri Bupati dan unsur Forkominda sebagai bentuk syukuran atas mendapatkan Sertifikat Halal ini,” kata Zulkifli.

Oleh karena itu, lanjutnya patut dipertanyakan apakah itu layak dilakukan setelah peristiwa lalainya Mie Atep atas proses halal. Tak kalah penting pula dipertanyakan apakah besar sumbangsih Mie Atep bagi pendapatan daerah, sehingga begitu diistimewakan. Sementara di lain keadaan, banyak unit usaha kuliner lain baru mendapatkan sertifikasi halal pada bulan September 2018, meski sudah di terbitkan pada bulan Mei 2018.

“Dengan segala fakta dan keraguan yang disampaikan, kami dengan ini menyatakan mosi tidak percaya dengan LPPOM MUI Babel. Dan kami menuntut agar penghargaan sebagai duta halal Mie Atep untuk segera dicabut,” tegas Zulkifli.

Selaku koordinator Gerakan Peduli Halal Belitung, ia juga meminta LPPOM MUI Babel lebih memperhatikan kondusivitas sosial dan kenyamanan masyarakat Negeri Laskar Pelangi secara keseluruhan. “Apa yang terjadi pada Mie Atep merupakan peristiwa yang telah menciderai perasaan umat dan mengusik rasa keadilan masyarakat. Semestinya LPPOM MUI Babel bisa lebih memahami itu,” tandasnya. (*/yud)

Related Search

Tags:
author

Author: