banner 728x90

MUI Kecam Pembocor Razia

TANJUNGPANDAN-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Belitung, mengecam keras oknum-oknum yang membocorkan razia minuman keras  (miras) beberapa hari lalu di lakukan oleh Tim Gabungan, di seluruh kafé di Kawasan Dukong.

Saat melakukan razia, tidak ditemukan adanya botol minuman keras di sejumlah kafe. Namun, hanya satu kafe yang menyediakan minuman keras. Barang-barang tersebut, langsung diamankan di Kantor Pemda.

Razia tersebut diduga bocor lantaran sumber-sumber menyebutkan, usai razia, kafe-kafe tersebut kembali menjual minuman keras. Bahkan, sumber-sumber Belitong Ekspres, juga membenarkan adanya kafe di kawasan Dukong yang masih menjual minuman keras.

Menurut pengakuan salah satu pemilik kafe ini, sebelum Tim Gabungan melakukan razia, dia sudah di-SMS-kan oleh salah satu oknum yang mengatakan akan ada razia. Dan pemilik kafe, menyembunyikan barang haram tersebut di belakang lokasi rumah.

Komisi VI Bidang Pengkajian Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Belitung Alotius Iskandar menyayangkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, tidak hanya sekali mereka melakukan pebuatan ini, namun berkali-kali.

Dikatakan pria yang sehari-hari disapa Alek ini, dirinya sudah mengetahui adanya berita tersebut melalui media. Dijelaskan Alek, ini bukan rahasia umum adanya oknum-oknum yang bermain dalam peristiwa ini.

“Percuma mereka melakukan razia. Tapi hasilnya, mereka yang bocorin. Mereka melakukan razia hanya sebagai pencitraan saja,” ujar Alotius Iskandar kepada Belitong Ekspres, Selasa (5/5) kemarin melalui Seluler.

Dirinya meminta kepada pemerintah tegas mengenai masalah ini. Yang membocorkan razia ini, harus di beri hukuman yang berat. “Selain itu, Bupati Belitung Sahani Saleh juga harus tegas, beri sangki kepada oknum-oknum yang bermain,” tegasnya.

Alek juga meminta kepada pemerintah, agar melibatkan ormas (organisasi masyarakat) Islam saat melakukan razia kafe maupun prostitusi. “Sebenernya kita mau bergerak, tapi bertentangan melawan hukum. Biar gimanapun polisi adalah mitra kami,” katanya.

“Saya juga menantang pemerintah, berani razia melibatkan ormas Islam. Saya berani jamin, para ormas Islam tidak akan anarkis saat melakukan razia,” sambungnya.

Sementara itu, Danpom TNI AD Lettu Muhammad Nur Sandrong melalui Anggota Polisi Militer Sertu Sarpat mengatakan, dirinya sudah mencium adanya kebocoran saat Tim Gabungan melakukan razia ke sejumlah kafe beberapa hari lalu.

“Saat kita datang, tidak ditemukan adanya minuman keras. Bahkan, pada saat razia, kami sempat menanyakan, kenapa tempat ini dirazia, sedangkan tempat lain tidak, lalu salah satu perwira Pol PP mengatakan, target hanya kafe tersebut saja,” ujar Sertu Sarpat kepada Belitong Ekspres.
Dirinya menginginkan, jika kafe tersebut di razia, maka kafe lainnya juga harus diperiksa. “Kami tidak mempunyai kewenangan mengatur lokasi tempat. Karena mereka (Pol PP,red) yang punya kegiatan, kita hanya ikut membeck-up saja,” katanya. (kin)

Related Search

Rate this article!
MUI Kecam Pembocor Razia,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: