banner 728x90

MUI Sorot Biduan Musik Seronok

banner 468x60

*Minta Polisi Tak Berikan Izin, Pornoaksi Dampak Negatifnya Besar

beltim-edisi-29-desember-2016-2

Kegiatan Rakerda MUI Kabupaten Beltim dan Pelantikan Pengurus MUI Kecamatan se Beltim, di Auditorium Zahari Mz, Rabu (28/12), kemarin. Foto : Febrianta | BE

MANGGAR-Pertunjukan grup musik semacam organ tunggal dan sejenisnya dengan penampilan penyanyi (biduan) cenderung seronok, bahkan mengarah pornoaksi, mendapat sorotan tajam dari Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Belitung Timur (MUI) Beltim.

banner 300x250

Melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) MUI Beltim dan Pelantikan Pengurus MUI Kecamatan se-Beltim, MUI Beltim merekomendasikan kepada pihak terkait (polisi) untuk menertibkan kegiatan hiburan yang dinilai bisa merusak akhlak masyarakat. Bahkan, MUI meminta kepada Polisi untuk tidak memberikan izin keramaian, jika grup musik yang akan tampil jelas-jelas mengumbar aurat.

“Kita meminta pihak terkait tegas dengan grup musik yang berbau pornoaksi,’’ ujar

Ketua Panitia pelaksana Rakerda MUI Beltim, Eko Happy Sulistyo kepada Belitong Ekspres udasi kegiatan yang dilangsungkan di Auditorium Zahari Mz, Rabu (28/12), kemarin.

Selain masalah pertunjukan musik dengan biduan seronok, beberapa hal lain menjadi perhatian khusus MUI agar bisa dijadikan perhatian pula oleh pihak-pihak terkait, seperti pemerintah daerah. MUI merekomendasikan agar warung/toko dan pasar swalayan   memberikan kembalian secara utuh kepada pembeli dengan nilai uang, meski pun hanya senilai Rp. 500, – misalnya. Jadi, tidak dikembalikan dalam bentuk barang lain. Dalam Rakerda ini, MUI juga merekomendasikan agar cara potong hewan di pasar harus sesuai dengan syariat Islam.

Kegiatan ini juga dihadiri Bupati Beltim Yuslih Ihza SE, Kapolres Beltim AKBP Nono Wardoyo, Kajari Beltim Widagdo SH dan Kepala Kemenag Beltim Imam Safei, Kepala SKPD terkait dan Pimpinan Ormas Islam se-Beltim, serta undangan lainnya.

Bupati Beltim, Yuslih Ihza, mengapresiasi kegiatan Rakerda MUI Beltim. Dia berharap MUI bisa menjembatani aspirasi umat Islam dan menjadi wadah pemersatu umat dalam bingkai Negara Republik Indonesia. ‎”MUI harus menjadi penyejuk dan menghilangkan kegelisahan Umat Islam. Saya juga mengapresiasi kegiatan ini, sehingga peran MUI dapat lebih ditingkatkan di masyarakat,” ungkap Yuslih.

Sementara itu, Ketua MUI Suyatno Taslim mengatakan, MUI merupakan wadah pemersatu ormas Islam. Jadi, bukan ormas, namun lebih kepada berhimpunnya ormas dan membantu peran Pemerintah dalam memperkuat keimanan dan ketaqwaan umat. “MUI merupakan lembaga otonom,  namun berdirinya selalu berkoordibasi dan difasilitasi pemerintah dilindungi oleh Kepres (Keputusan Presiden,Red) yang sah,” ujar Suyatno.

‎Disampaikan Suyatno, Peran MUI ke depan harus lebih ditingkatkan. Sebab, memang negara kita konstitusinya tidak akan pernah bersebrangan dengan hukum agama. ‎”Hukum dan Perundang-undangan kita selalu sejalan dengan agama. Karena itu, MUI siap mengawal umat Islam agar sesuai dengan ajaran yang dianutnya dan menjalankan perintah agama ini dilindungi Undang undang. Untuk itu, pada kesempatan ini kita juga membahas beberapa rekomendasi yang dikeluarkan MUI Beltim. Semoga rekomendasi ini akan sama sama-sama kita jalankan,” tutup Suyatno.(feb)

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Tags:
author

Author: