banner 728x90

Nelayan Ngeluh Soal Kompensasi KIP

banner 468x60

PARITITIGA – Sejumlah kelompok nelayan non pesisir yang tergabung di koperasi Nelayan Mitra Sahabat Bahari, Desa Puput, Dusun Bukit Lintang, Kecamatan Parit Tiga mengeluh karena tidak mendapatkan kompensasi baik pengelola dari KIP maupun TI Apung yang beraktivitas di perairan laut Dusun Jebu Laut. Keluhan tersebut disampaikan nelayan pada kegiatan reses salah satu anggota DPRD Provinsi Babel Dapil Babar Deddi Wijaya pada Sabtu (5/11).

“Seperti ini pak Deddi, kami nelayan disini ini dibedakan ada nelayan pesisir dan non pesisir. Jadi, kami ini dikategorikan nelayan non pesisir sehingga sampai sekarang ini kami nelayan non pesisir ini tidak pernah menerima kompensasi dari aktivitas tambang laut seperti KIP maupun Ti Apung yang ada di Jebus laut,” ujar Ketua Koperasi Nelayan Mitra Sahabat Bahari Dusun Bukit Lintang Tamrin, Sabtu (5/11) kemarin.

banner 300x250

Ia mengatakan, meskipun dikategorikan sebagai nelayan non pesisir tetap saja menerima dampak atau imbas kerugian akibat aktiivitas tambang laut tersebut. Pasalnya, akibat adanya aktivitas tersebut nelayan merasa dirugikan karena hasil tangkapan menjadi berkurang. “Pesisir dan non pesisir imbas nya sama saja yang kita rasakan yakni hasil tangkapan kita menjadi berkurang. Tapi, sejauh ini tidak ada perhatian baik dari panitia Ti Apung maupun pengelola KIP,” kata dia.

Untuk itu, dirinya mengharapkan baik kepada pengelola TI Apung atau KIP yang beroperasi di wilayah perairan Jebu Laut dapat mempertimbangkan kembali masalah kompensasi ini. “Sebetulnya kami nelayan non pesisir ini berhak mendapatkan kompensasi itu. Karena itu kan wilayah tangkapan kami juga,” kata Tamrin.

Lebih lanjut dikatakan Tamrin, saat ini aktivitas tambang laut yang ada di Jebu Laut seolah meraja lela. Salah satunya, wilayah operasi KIP sangat dekat dengan area tangkapan nelayan, terkadang kurang dari 100 mil dari bibir pantai. Dengan demikian, selain merasa terusik juga sangat mengganggu aktivitas nelayan untuk mencari hasil tangkapannya. “Seenak enaknya saja sekarang. Apalagi KIP itu, terkadang sangat dekat dari bibir pantai harusnya kan minimal 100 mil dari bibir pantai, kalau dak aben (kalau ini gak,red). Jadi, kita sangat terganggu dengan hal ini,” ucap Tamrin.(ray)

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Tags:
author

Author: