banner 728x90

Nelayan Siap Korban Nyawa

banner 468x60

 


caption: Perwakilan Nelayan menyampaikan tuntutan di Ruang Banmus DPRD Babel, Senin (13/11) kemarin.

 

banner 300x250

Dua poin tuntutan yang disepakati dan disampaikan berdasarkan audiensi di DPRD Babel.

* Untuk Singkirkan KIP Kamilah dari Laut Pering
* Jika Gubernur Tidak Bisa, ini Ancaman Nelayan

 

NELAYAN Kabupaten Belitung Timur (Beltim) akan mengambil langkah sendiri, jika Kapal Isap Produksi (KIP) KM Kamilah masih beroperasi di Perairan Pering Kelapa Kampit, Beltim. Nelayan memberikan deadline paling lambat tanggal 17 November 2017 ini.

——————

INI disampaikan sejumlah Perwakilan warga Belitung saat menyambangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Babel, Senin (13/11) kemarin.
Dalam pertemuan yang difasilitasi oleh Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya serta beberapa anggota lainnya di Ruang Banmus DPRD Babel, massa menuntut anggota legislatif segera berkoordinasi dengan Gubernur Babel. Nelayan mengancam akan mengambil langkah sendiri dengan mengerahkan massa yang lebih banyak jika sampai tanggal 17 November 2017 KIP itu, masih berada di perairan Belitung Timur.
“KIP ini sudah mulai beroperasi sejak tahun 2016, kami sudah lelah tuntutan kami tidak juga digubris. Kami berkomitmen kemarin seandainya sampai tanggal 17 November KIP masih beroperasi, kami sendiri yang akan memindahkan, apapun itu karena kami sudah menandatangani. Apabila hingga 8X24 jam tidak dihentikan, kami masyarakat nelayan akan bertindak, apapun itu resikonya. Karena itu komitmen sudah ditandatangani 18 anggota dewan (kabupaten Beltim). Jika kami bertindak sendiri, artinya, Pemprov tidak mau bantu kita sebagai rakyat. Kami akan kumpulkan ribuan massa masyarakat nelayan jika tidak disikapi, kami siap resiko apapun, nyawa pun akan kami korbankan, kalau pemerintah tolong jawab kalau emang tidak bisa,” tegas Junaidi, Perwakilan Nelayan kabupaten Beltim.
Nelayan serta aktivis lingkungan yang hadir dalam pertemuan juga mendesak DPRD Babel secepatnya membentuk Pansus untuk menginterogasi proses keluarnya perizinan KIP tersebut. “Kami minta Gubernur cabut izinnya. Kami kurang puas, kami minta Pansus segera, kami ingin tahu siapa yang bermain. KIP ini sangat banyak dampak bagi kami nelayan hasil tangkapan kami jadi berkurang, lautnya juga agak dangkal biasanya 24 meter jadi belasan meter,” keluh Junaidi.
Senada, Perwakilan Nelayan Beltim lainnya, Syamsudin menilai keberadaan KIP KM Kamilah telah membuat resah nelayan karena dampak yang dirasakan nelayan sudah sangat terasa. Tangkapan ikan jauh berkurang dari sebelum adanya KIP. Bahkan, dampak KIP ini bukan hanya dari sektor kelautan dan perikanan saja, tapi akan berdampak ke sektor pengembangan pariwisata di Belitung.
“Yang saya sesalkan di lapangan, tangkapan nelayan berkurang, ikan, cumi. Kami tidak mau melihat KIP ada di Beltim, juga Belitung. Kami tanya tambang itu yang untung itu siapa?, kan pengusaha. Saya lihat di KIP paling ada 8 orang. Sedangkan laut ada berapa ribuan. itu sangat kami sesalkan. Kalau tidak mampu menghentikan tolong bilang ke kita, kami juga bisa,” tandasnya.

Gubernur Diminta Hentikan

Mendengar tuntutan nelayan, Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya mengatakan DPRD Babel akan mengirim surat rekomendasi kepada Gubernur Babel, Erzaldi Rosman Djohan untuk penghentian sementara aktivitas KIP Kamila. Menurut pria akrab disapa Didit itu, problem KIP ini bukan hanya terjadi di Pulau Belitung tapi hampir di seantero Provinsi Bangka Belitung.
” Maka untuk itu kami mendesak kepada Bapak Gubernur menyatakan Perda Zonasi untuk kita bahas bersama, kita petakan mana wilayah KIP, Parawisata, Perhubugan dan mana wilayah hak nelayan. Kalau sekarang kan tidak jelas. Alhamdulillah informasi yang kami dapat bahwa pak Gubernur tanggal 27 November mengundang nelayan dan mahasiswa Belitung. Harapan saya mudah-mudahanan pak Gubernur di depan masyarakat berani bicara seperti itu,” kata Politisi PDI Perjuangan itu.
Senada, Wakil Ketua DPRD Babel, Amri Cahyadi menuturkan bahwa dari aspirasi nelayan dan mahasiswa Belitung, maka DPRD Babel mengambil sikap memberikan rekomendasi kepada Gubernur agar menghentikan sementara aktivitas tambang di Pulau Belitung. “Kami sepakat memberikan rekomendasi secepatnya kepada Gubernur supaya melakukan penghentian sementara operasional KIP. Pasalnya, jika ada sesuatu yang tidak kondusif, maka sebagai kepala daerah Gubernur wajib menghentikan,” ujar Amri. (Fiz)

 

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Nelayan Siap Korban Nyawa,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: