banner 728x90

Ngaku Video Hina Jokowi Hanya Iseng, Menyesal & Minta Maaf

SANDI (20) pemuda asal Desa Balun Ijuk Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka menyesali perbuatannya. video yang berupa penghinaan terhadap Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) diakui pemuda tidak tamat SD ini hanya iseng belaka. Ia tak menyadari bahwa video tersebut sensitif dan viral.

”INGEL-ingel, iseng-iseng bai. Dak tau saya dak boleh gitu,” kata Sandi.

Sandi sendiri saat ini dikenai wajib lapor oleh Polres Bangka pasca penetapan tersangka baginya di Mapolres Bangka, Senin (3/9/2018).

Ia pun yang sebelumnya mengajak tidak memilih Jokowi malah berbalik menyatakan akan memilih Jokowi dan mendoakan Jokowi menang Pilpres nanti. Pria yang disapa Wak Jang dan memiliki keahlian memijat ini meminta maaf kepada presiden RI yang telah ia hina beberapa hari lalu hingga videonya viral.

“Ku dak tau, ku langsung keceplos ngomong nak ya. Kunurut galak nonton tivi berita tentang Jokowi. Ku nyesel, bener-bener nyesel. Tidak benci, malahan inginku, tapi (video) la tebuat dak tau ngapa la,” tukasnya.

Ia mengaku tidak dalam keadaan mabuk saat membuat video viral yang direkam temannya itu. Ia juga mengaku spontan melakukan itu dan tidak ada pihak-pihak yang mengajari dan menyuruhnya. Ia pun menyatakan tidak tahu kalau video tersebut akhirnya viral di media sosial maupun media massa.

Atas perbuatannya ia meminta maaf ke Presiden Jokowi. Bahkan ia pun bersedia memberi pijatan gratis kepada kepala negara RI tersebut.

“Pak Jokowi saya minta maaf. Mudah-mudahan Pak Jokowi jadi bapak presiden kita. Saya akan milih bapak Jokowi 2019 ni. Kalau pak Jokowi minta diurut (dipijat), saya siap urutnya,” tandasnya.

Sementara itu rekannya, Fi (16) yang juga ditetapkan sebagai tersangka mengaku juga iseng merekam video itu. Remaja yang hanya mengenyam pendidikan di bangku SMP tidak menyangka akhirnya harus berurusan dengan pihak berwajib.

“Iseng juga bang, dak tau pacak cem ni,” katanya seraya menunduk.
Sebelumnya, kepolisian menetapkan 2 tersangka atas video penghinaan Presiden RI yang sempat viral di dunia maya dan grup whatapps. Walau telah berhasil menemukan pemuda yang meresahkan itu, namun polisi tidak menahan karena ancaman hukumannya dibawah 5 tahun.

“Benar (adanya penangkapan pemuda peleceh Presiden). Tidak ditahan karena ancaman hukumannya di bawah 5 tahun. Dua orang telah diperiksa sebagai tersangka atas nama Sandi dan Fi, sedangkan Ik sebagai saksi,” kata Kabag Ops Polres Bangka kepada wartawan, Minggu (2/9).

Dikatakannya, kedua pemuda tersebut diamankan pada hari Jumat (31/8) lalu sekitar pukul 08.00 WIB, masing-masing Sandi alias Wajang (20) warga Desa Balunijuk Kecamatan Merawang, Fi (16) seorang pelajar warga Desa Balunijuk Kecamatan Merawang dan Ik (15) juga warga Desa Balunijuk Kecamatan Merawang.

Kedua pemuda yang ditetapkan sebagai tersangka diduga kuat sebagai yang pelaku melakukan penghinaan terhadap kepala negara RI sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat 3 UU RI no 11 tahun 2008 tentang ITE.

Dari tangan tersangka berhasil diamankan barang bukti berupa 1 unit handphone (hp) merk Xiomi redmi 5A milik Fi, 1 unit HP merk Xiaomi redmi 4A milik Ik. Kepolisian menyimpulkan kronologis kejadian berawak pada hari Senin 27 Agustus lalu sekitar pukul 16.00 WIB Sandi dan Fi berkumpul di rumah Ik di Desa Balunijuk Kecamatan Merawang. Kemudian Sandi meminjam hp milik Fi lalu merekam video yang bemuatan penghinaan terhadap Presiden RI.

“Kemudian setelah direkam, video tersebut oleh Fi untuk pertama kali diunggah ke status whatsapps akun miliknya,” kata Kabag Ops.

Karena sudah menuai kontoversi di kalangan masyarakat polisi segera melakukan penyelidikan atas video itu. Yag mana pada hari Kamis sekitar pukul 23.00 WIB didapatkan informasi dari masyarakat bahwa pelaku merupakan warga Desa Balunijuk Kecamatan Merawang.

Setelah itu Wakapolres Bangka Kompol Ridwan Raja Dewa bersama Kasat Reskrim AKP Rio Reza Parindra dan Kapolsek Merawang Iptu Reynaldi Guzel langsung meluncur ke kediaman ketiga pelaku. Saat polisi mendatangi rumah pelaku dan dilakukan pengecekan, para pelaku sudah kabur dari rumah dan tidak berada di tempat.

Selanjutnya pukul 08.00 wib pelaku berhasil diamankan dari rumah seorang pengacara beralamat di Pangkalpinang dan menyerahkan diri hingga kemudian dibawa ke Mapolres Bangka untuk dilakukan proses lanjut. (trh).

Related Search

Tags:
author

Author: