banner 728x90

November, CV Timbus Harus ‘Angkat kaki’

banner 468x60

MERAWANG- Warga Desa Baturusa Kecamatan Merawang menagih janji kesediaan CV. Timbus Jaya yang diminta angkat kaki dari lokasi tambang TSK. 1.17 pada bulan November 2016 ini. Pihaknya mengingatkan dari sekarang agar batas waktu tersebut tidak dilanggar sesuai kesepakatan dengan warga dan pihak PT. Timah (Persero) Tbk dan CV. Timbus Jaya pada pertemuan sebelumnya.

Perwakilan warga Desa Baturusa Kecamatan Merawang, Jecky mengungkapkan ada perjanjian dari hasil pertemuan beberapa waktu lalu yang disepakati. Pada waktu itu pertemuan diwakili Sujono alias Nono Jurung dari CV. Timbus Jaya, GM. PT Timah Tbk Decky di rumah dinas Wakil Gubernur Babel sekitar bulan Juni.

banner 300x250

“Pada pertemuan itu kami tidak tahu kalau sebelumnya ada surat penghentian yang dikeluarkan oleh PT. Timah Tbk terhitung tanggal 24 Mei 2016 diminta CV. Timbus Jaya menghentikan aktivitasnya. Kami tidak tahu ada surat itu karena tidak ada tembusannya. Tapi setelah demo di dewan bulan 11 (November), No (Nono Jurung) mesti angkat kaki karena kontraknya dengan PT. Timah sudah habis,” kata Jecky.

Pada saat itu disampaikan langsung oleh PT. Timah Tbk ke CV. Timbus Jaya dan warga yang mana PT. Timah Tbk pun siap mengakomodir warga bekerja di situ. Pihaknya pun menolak opsi yang diminta Nono Jurung untuk membagi setengah lahan yang ada karena warga terlanjut sudah sangat kecewa.

“Kami tidak mau pembagian setengah area itu untuk mereka, mereka harus angkat kaki pada bulan 11, oke katanya waktu itu. Sementara itu tambang beroperasi dan sekarang masih begawe. Tapi dalam hal ini kami mengingatkan bulan 11 harus angkat kaki. Kami ingatkan sekarang karena mobilisasi alat itu lama jadi sudah harus dilakukan persiapannya sejak sekarang,” tukasnya.

Pihaknya pun berencana akan kembali mendatangi DPRD Bangka untuk memperjelas kesepakatan yang dibangun sebelumnya, tentang bulan November ini CV. Timbus Jaya harus angkat kaki. Pihaknya pun ingin menyampaikan beberapa hal terkait tambang yang diminta angkat kaki pada bulan depan itu.

“Kami akan ke dewan mempertanyakan bagaimana janji No pada bulan 11 ini. Kami juga mau mempertanyakan kok ada surat penghentian tapi tidak ada tembusan ke kami, ke desa, Polres, Distamben, apa lagi dewan,” tandasnya.

Sebelumnya masalah TSK 1.17 dengan lokasi Air Jangkang sempat menjadi polemik di masyarakat. Warga setempat mengaku tidak setuju atas keberadaan tambang yang dikelola CV. Timbus Jaya karena tidak memberi kontribusi apapun bagi warga setempat serta desa. Selain itu pihak perusahaan dianggap sering tidak bersahabat dengan warga sehingga secara tegas warga menginginkan CV. Timbus Jaya angkat kaki dari area TSK 1.17 Aik Jangkang.(trh)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: