banner 728x90

Oknum Pol PP Babak Belur Digebukin Massa

banner 468x60

*Alkar Akui Anggotanya Minum, Tapi tidak Mabok

Oknum Pol PP Belitung Rz, saat diperiksa di Polsek Tanjungpandan.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Seorang oknum anggota Pol PP Kabupaten Belitung berinisial Rz (43), digebukin massa hingga babak belur. Peristiwa ini terjadi di Pintu Masuk Pantai Tanjungpendam, Minggu (3/9) malam.

banner 300x250

Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat itu oknum anggota Satpol PP yang merupakan warga Jalan Mualim datang bersama seorang wanita mengendarai sepeda motor. Setiba di lokasi, Rz masuk tanpa bayar dengan mengegas kendaraannya yang menggunakan knalpot blong.

Salah satu petugas penjaga yang merasa bising akhirnya meneriaki Rz. Mendapat teriakan tersebut, dia lantang dan menantang penjaga. Namun, sang penjaga pintu tak menghiraukan. Setelah itu, keduanya menuju ke arah masuk Tanjungpendam.

Tak lama berselang, akhirnya RZ sendirian mendatangi petugas di pintu depan. Terjadilah cekcok antara petugas dan RZ hingga terjadi perkelahian itu. Masyarakat yang berada sekitar lokasi yang merasa geram, langsung menghajar pria ini hingga berlumuran darah.

“Setelah dipukuli biak-biak dia (Rz) kabarnya dibawa ke Polsek Tanjungpandan. Sebelum peristiwa ini, saya mencium korban bau minuman keras,” ujar salah satu saksi, penjaga Pantai Tanjungpendam ini, kepada Belitong Ekspres, Senin (4/9) kemarin.

Sementara itu Kasatpol PP Kabupaten Belitung Alkar membenarkan Rz adalah anggotanya. Namun dia menyayangkan peristiwa pemukulan terhadap anggotanya tersebut. Oleh karena itu kasus tersebut akan dibawa ke ranah hukum.

“Kita sudah laporkan secara resmi kasus ini, ke Polsek Tanjungpandan. Anak buah saya sudah diperiksa, dan kita menunggu proses selanjutnya,” kata Alkar, ketika ditemui di Kantor Pemda Kabupaten Belitung, kemarin.

Alkar mengakui saat kejadian, Rz usai mengkonsumsi minuman beralkohol. Namun, dia membantah jika anak buahnya dituduh dalam keadaan mabuk, dan berbuat onar di lokasi (Pantai Tanjungpendam,red).

“Apa buktinya kalau dia (Rz) mabuk. Kalau dia mabuk tentu tidak bisa membawa motor. Lagian, dia juga tidak minum (mabuk-mabukan) di Tanjungpendam,” terangnya. Akibat pengeroyokan itu, Rz mengalami beberapa jahitan dibagian wajahnya.

Senada dengan Alkar, Rz mengaku tidak dalam kondisi mabuk. Dia nyatakan dalam kondisi sadar saat peristiwa malam itu. “Saya memang habis minum (mengkonsumsi mihol), tapi tidak mabuk,” kata Rz.
Mengenai masalah mengegas terlalu kencang, dia juga membantahnya. Sebab, kata dia motor miliknya menggunakan knalpot blong. “Jadi suaranya memang nyaring. Dan kami tidak pernah menantang siapapun,” kata Rz.

Dari pihak kepolisian masih belum bisa di memberikan keterangan mengenai adanya kasus ini. Sebab, hingga saat ini pihak Polsek Tanjungpandan masih melakukan penyelidikan dan penyidikan pasca adanya kasus pengeroyokan tersebut. (kin)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: