banner 728x90

Omzet Penjual Mercon Naik di Bulan Ramadan

Pekerja di toko Tomy saat membersihkan berbagai jenis petasan, Senin (13/5) kemarin.

Pekerja di toko Tomy saat membersihkan berbagai jenis petasan, Senin (13/5) kemarin.

*Polisi Tetap Lakukan Pengawasan

iklan swissbell

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Penjualan aneka petasan di Belitung mengalami kenaikan omzet hingga ratusan kali lipat di Bulan Ramadan. Bahkan sekarang di Tanjungpandan sudah mulai banyak pedagang kaki lima yang menjual sejumlah kembang api.

Saat ini, hampir sebagian masyarakat Belitung menyemarakan bulan puasa dengan membeli mercon dan kembang api. Tujuannya untuk membangunkan warga sahur dan merayakan setelah Salat Tarawih.

Tomy Distributor Petasan di Belitung mengatakan, momen bulan puasa membawa berkah bagi usahanya. Biasanya hampir tidak ada satupun pembeli petasan seperti kembang api. Kecuali ada acara tertentu.

Per hari bisa dipastikan ada sejumlah warga datang di tempatnya yang berada di Jalan Sriwijaya, Tanjungpandan untuk membeli kembang api. Sehingga omzet penjualannya naik.

“Kita jual petasan dan kembang api beraneka model dan harga. Untuk harga yang paling murah mulai seribuan hingga paling mahal Rp 1,5 juta. Perhari, kita bisa mendapatkan uang Rp 2 juta hingga Rp 3 juta,” kata Tomy, Senin (12/5).

Tidak hanya itu, sejumlah pedagang kaki lima pun mengambil petasan tersebut ke Tomy. Sebab, di toko ini adalah tempat penjualan petasan yang memiliki perizinan lengkap dari kepolisian maupun instansi terkait.

“Bagi penjual kaki lima binaan saya, mereka ada kartunya dan terdata dalam perizinan. Jadi tidak sembarangan orang bisa menjual kembang api atau mercon, kalau tidak ada izin,” kata Tomy.

Saat ini, para penjual petasan di Belitung masuk dalam anggotanya sebanyak 40 orang. Diprediksi penjualan petasan di Belitung terus meningkat hingga menjelang lebaran awal Mei 2019 nanti.

“Momen masyarakat membeli petasan yakni pada Bulan Puasa, Lebaran sama pergantian tahun baru. Untuk petasan ini, kami datangkan langsung dari Jakarta,” pungkasnya Tomy.

Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Belitung AKP M Riduan mengatakan, saat ini di Belitung sudah marak orang menjual petasan. Seperti yang ada di Pasar Tradisional maupun di Jalan-jalan di Tanjungpandan.

Dia menjelaskan, di Belitung ada dua distributor resmi yang memiliki izin. Sedangkan pengecer bisa dikatakan cukup banyak. Rencananya dalam waktu dekat ini, Jajaran Polres Belitung akan melakukan razia.

“Untuk para pedangan syarat boleh jualan harus mengantongi izin dari distributor. Serta ada beberapa petasan yang boleh dijual seperti kembang api. Dalam waktu dekat kita akan razia,” pungkasnya. (kin)

Related Search

Tags:
author

Author: