banner 728x90

Operasi Pekat Menumbing 2018, Polres Belitung Ungkap 47 Kasus

//Kasus Premanisme Mendominasi
//Tertinggi Pengungkapan di Babel
TANJUNGPANDAN – Kepolisian Resort (Polres) Belitung berhasil mengungkap 47 kasus selama Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Menumbing 2018. Kegiatan ini dilaksanakan mulai Jumat (25/5) hingga Selasa (5/6) lalu.
Sejumlah kasus ditangani pihak kepolisian dalam operasi pekat ini. Di antaranya, yakni aksi premanisme, peredaran minuman keras (miras), prostitusi, pencurian dan perjudian di Kabupaten Belitung.
Kasus premanisme, masih mendominasi. Dalam hal ini, Jajaran Satreskrim Polres Belitung, menanggani 31 kasus. Dari puluhan kasus itu, satu adalah target operasi (TO) dan sisanya Non TO.
Untuk proses ada yang disidik dan proses pembinaan. Sedangkan kasus yang lumayan mencolok yakni minuman keras. Dalam hal ini, polisi menanggani 10 kasus. Selain itu, juga mengamankan sejumlah botol miras.
Selain itu juga Polres Belitung juga menggerebek adanya aksi perjudian. Yakni tiga kasus, dua di antaranya adalah TO sedangan satu Non T0. Untuk proses, semunya sidik (lanjut ke proses selanjutnya).
Sedangkan untuk prostitusi polisi menanggani dua kasus Non TO. Untuk proses dilakukan pembinaan. Dan yang terakhir kasus pencurian. Yakni jumlahnya hanya satu. Saat ini proses masih berlanjut.
Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana mengatakan, hasil tersebut merupakan hasil ops pekat pada saat Bulan Ramadan. Untuk selanjutnya, Jajaran Polres Belitung dan instansi terkait melanjutkan ke Oprasi Ketupat Menumbing 2018.
Untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan, Jajarannya terus melakukan pantauan disejumlah lokasi yang dianggap rawan. Itu dilakukan agar peristiwa pada saat Ops pekat tak terjadi di Belitung.
“Kita menginginkan Belitung tetap kondusif. Apalagi, menjelang lebaran banyak orang yang mudik,” ujar Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana, kepada Belitong Ekkspres, Sabtu (9/6) akhir pekan lalu.
Sebelumnya, selama Operasi Pekat Menumbing 2018 yang digelar sejak 25 Mei dan berakhir 5 Juni jajaran Polda Bangka Belitung berhasil mengungkap sebanyak 146 kasus.
Kabid Humas AKBP Abdul Munim mengatakan, kasus penyakit masyarakat yang diungkap tersebut antara lain kasus miras, judi, prostitusi, pencurian, penipuan, premanisme, petasan dan narkoba. “Untuk barang bukti yang berhasil diamankan  antara lain ribuan liter miras di antaranya arak. Narkoba berbagai jenis seperti sabu dan ekstasi.  Beberapa senjata tajam, uang dan barang bukti lainnya,” kata Abdul Munim.
Menurut Abdul Munim jajarannya yang tertinggi ungkap kasus yakni Polres Belitung sebanyak 47 kasus. Disusul oleh Polres Bangka Barat 31 kasus. “Selanjutnya  Polda  dan  Polres Bangka  masing-masing 18 kasus,” sebutnya.
Selanjutnya Polres Bangka Selatan 13 kasus, Polres Bangka Tengah 9 kasus, dan Polres Pangkalpinang 6 kasus. Dan yang terendah adalah Polres Belitung Timur yang hanya 4 kasus.
“Operasi yang dilakukan dalam rangka meminimalisir angka penyakit masyarakat. Dari operasi tersebut para pelakunya ada yang ditindak sesuai hukum yang berlaku dan ada yang kita bina. Itu semua tergantung tingkat kesalahanya,” ujarnya. (kin/eza)