banner 728x90

Owner DSP Resmi Jadi Tersangka

banner 468x60

*Bersama Sang Suami Terancam 15 Tahun Penjara

headlines-edisi-22-februari-2017

Konferensi Pers terkait kasus Arisol DSP, yang dilakukan Kapolres di Aula Graha Patriatama, Mapolres Beltim, Selasa (21/2) kemarin. Insert Kapolres tunjukkan bukti kuitansi.

MANGGAR – Owner Arisan Online (Arisol) Destari Sulius Putri (DSP) alias Yaya dan suaminya Alfajar alias Aci, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Beltim. Keduanya dijerat pasal berlapis, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp.200 milliar.

banner 300x250

Hal ini disampaikan Kapolres Beltim, AKBP.Nono Wardoyo, S.ik saat melakukan Konfrensi Pers di Aula Graha Patriatama Mapolres Beltim, Selasa (21/2) kemarin. Kedua tersangka dijerat dengan tindak pidana Perbankan dan penipuan. Itu sebagaimana pasal 46 ayat (1) Jo pasal 16 UU RI Nomor 10 tahun 1998 tentang perubahan atas UU RI nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan.

“Saat ini kita sudah resmi menetapkan pimpinan Arisol DSP, Yaya dan suaminya sebagai tersangka,” ungkap Kapolres di hadapan Wartawan dan juga tersangka saat melakukan Konferensi Pers, Selasa (21/2) kemarin.

Bukan hanya itu, Kata Kapolres tersangka juga dijerat pasal 378 KUHPidana “Penipuan, dengan ancaman hukuman penjara selama lamanya 4 tahun kurungan. Kronologis terjadi karena tersangka Owner telah melakukan tindak pidana.

Sesuai undang-undang Perbankan berbunyi,”Barang siapa yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan tanpa izin usaha dari Pimpinan Bank Indonesia, dan itu tindak pidana penipuan sebagai “Bank Gelap”

Tersangka melakukan itu sekira pada bulan Januari 2016 sampai dengan bulan Januari 2017, yang bertempat di kantor DSP beralamat di Dusun Birah Desa Kelubi Kecamatan Manggar Kabupaten Beltim.

Pihak Polres Beltim berkomitmen terus mengusut kasus itu dan akan mengungkap aliran keuangan DSP. Hingga saat ini polisi masih menunggu hasil pemeriksaan Handphone milik tersangka yang masih diselidiki oleh tim Asistensi/Supervisi dari Diskrimsus Polda Babel. Handphone tersangka dibawa ke saksi ahli di Kemenkomimfo menindaklanjuti digital forensik di sana, agar mengetahui lalu lintas proses administrasi transaksi yang dilakukan Owner selama ini.

“Mungkin hari Kamis mendatang hasilnya sudah kita ketahui dari pihak Kemenkomimfo, hingga kita tahu kemana saja aliran dana tersebut dilakukan oleh Owner selama proses transaksi. Dan sebelumnya pihak Polres juga sudah mengecek dari mulai pengeledahan rumah, buku rekening hingga polis asuransi milik tersangka,” sambung Kapolres.

Saat ini dikatakan Kapolres bahwa saldo rekening Bank milik tersangka sudah kosong. Karena itu, pihak Polres sudah mengamankan beberapa barang bukti dan melakukan penahanan terhadap tersangka sejak 17 Februari 2017 lalu.

“Adapun beberapa barang bukti yang sudah kita amankan dianatranya paket kuitansi setor, paket buku rekapan setor member, paket rekapan pencairan beserta 2 alat undi, paket kuitansi pencairan, paket KTP anggota arisan DSP, paket surat oernyataan DSP, sebuah kalkulator merk Citizen CT555N, polis asuransi, buku rekening Bank BCA, Televisi dan masih banyak lagi barang bukti lainnya, serta penyitaan lainnya masih dalam penyelidikan terhadap aliran dana dan harta benda milik tersangka,” terang Kapolres.

Mencuatnya kasus ini menyebabkan Owner dijadikan sebagai tersangka. Sebelumnya Owner sudah melakukan perjanjian kepada Member di atas materai bahwa pada tanggal 4 Februari 2017. Owner akan mengembalikan dana pokok kepada nasabah yang belum pernah sama sekali melakukan penarikan.

Pada perjanjian tersebut bahwa Owner akan bertanggung jawab dan akan membayar semua yang sudah disepakati. Namun, hingga saat ini Owner juga ternyata belum bisa melakukan pembayaran yang disepakati. Puncaknya, nasabah banyak yang marah dan mendatangi Mapolres Beltim untuk mempertanyakan apa yang sudah dijanjikan sebelumnya. (feb)

 

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Tags:
author

Author: