banner 728x90

Panbel Bawa Misi Lestarikan Seni Budaya Belitong

banner 468x60

*Pilih Masri Sebagai Ketua Baru Periode 2017-2022

belitung-edisi-30-desember-2016-panbel

Anggota Panbel Rani saat membawakan pantun berebut lawang di salah satu acara resepsi pernikahan di Tanjungpandan, belum lama ini.

TANJUNGPANDAN-Organisasi Pantun Berebut Lawang (Panbel) Belitung melantik Ketua baru untuk masa bakti Tahun 2017 sampai 2022 mendatang. Pelantikan berlangsung di salah satu rumah anggota Panbel jalan Kamboja RT 22 RW 05 Kelurahan Kota Tanjungpandan Belitung Rabu (28/12) malam.

banner 300x250

Acara yang dihadiri oleh belasan anggota inti Panbel menetapkan ketua terpilih Masri. Sementara Tabrani sebagai Wakil Ketua, Azali sebagai Sekertaris, Asri sebagai Bendahara, Rizani dan Suparman sebagai Penasehat dan Bupati Belitung sebagai Pembina.

Ketua Panbel Masri melalui anggotanya Rani mengatakan, organisasi pantun berebut lawang sudah berdiri sejak tahun 2011 lalu. Organisasi ini sudah di akui dan memiliki Badan Hukum dan Notaris.

Kata Rani yang juga Ketua RT ini, salah satu misi Panbel adalah mendukung serta mensukseskan pariwisata belitung dalam bidang kesenian. Sebab, bepantun merupakan adat barik belitong yang harus dilestarikan.

“Kesenian bepantun disukai masyarakat dan disenangi wisatawan. Lantas perlu regenerasi dari bibit-bibit muda sebagai generasi penerus kita untuk melestrakan adat dan kesenian belitong,”katanya.

Dikatakanya, kedepan Panbel mempunyai program kerja untuk mengadakan lomba pantun berebut lawang untuk Belitung dan Belitung Timur. Selain itu, Panbel juga ingin membuka sekolah pendidikan bepantun untuk anak-anak dan remaja. Oleh karena itu, diharapkan Pemerintah Daerah ikut aktif dan mendukung dalam sarana dan prasarana sehingga program tersebut dapat terealisasi.

“Sampai saat ini Sekretariat Panbel terus berpindah-pindah dari satu tempat ketempat lain. Jadi kami juga mengharapkan pemerintah daerah dapat mendukung kami dengan menyediakan kantor tetap Sekretariat Panbel,” Harap pria yang selalu bepantun setiap acara resepsi pernikahan di Belitung ini.

Menurut pria yang juga berpropesi sebagai wasit sepak bola dan sopir ini, berebut lawang adalah adat dan tradisi orang belitung yang hampir punah. Lantas, dibentuknya Panbel untuk menjaga dan melestarikan tradisi belitong turun menurun ini supaya tetap terjaga.

“Saat ini tradisi dan kesenian lain seperti Mandik Besimbor, Bejamu, Makan Bedulang sudah jarang dan langka sekali ditemukan pada saat sekarang. Maka dari harus kita lestarikan,”ujarnya.

Rani menambahkan, semenjak diadakan lomba berebut lawang belum lama ini membuat penampilan tradisi berebut lawang eksis. Dalam setiap acara penampilan berebut lawang menjadi pilihan, terutama dalam menyambut tamu-tamu atau pejabat negara.

“Misalnya seperti menyambut tamu pada acara kementerian di Negeri laskar pelangi ini,” kata Rani.

Diakhir perbincangan dengan Belitong Ekspres, Rani menyuguhkan sebuah pantun. Berikut petikan pantunnya. “Ke Membalong naik kereta, lewat Bantan membawa rangsel, minta tolong dengan Pemerintah Daerah, perhatikan organisasi Panbel”.(mg1)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: