banner 728x90

Para Penambang Memilih Kabur

Sejumlah Anggota Satpol PP Belitung memikul barang bukti mesin Robin yang diamankan saat penertiban tambang liar di Hutan Desa Air Ketekok, Senin (10/12) kemarin.

*Satpol PP Belitung Razia TI di Air Ketekok

TANJUNGPANDAN – Aktivitas tambang timah ilegal di Hutan Desa Air Ketekok, Senin (10/12) kemarin dirazia oleh Satpol PP Kabupaten Belitung.

Namun, sayangnya saat 25 anggota Satpol PP tiba di lokasi, para penambang memilih membubarkan diri alias kabur.

Dalam razia ini, jajaran Anggota Satpol PP hanya mengamankan sebanyak tiga set alat TI di lokasi. Barang bukti tersebut kemudian diamankan di Mako Satpol PP Kabupaten Belitung.

Sekertaris Satpol PP Kabupaten Belitung Alkar mengatakan, awalnya dia mendapat laporan dari salah satu anggota DPRD Belitung, mengenai adanya pertambang yang diduga ilegal di lokasi.

Mendapat laporan itu, Jajarannya Satpol PP Belitung langsung terjun ke lokasi. Setiba di tempat tersebut, sejumlah penambang yang mengetahui langsung kocar-kacir melarikan diri.

Mengenai masalah peralatan TI Alkar meminta kepada jajarannya untuk membakarnya. Namun, sejumlah peralatan TI sudah diangkut ke Mako Pol PP Kabupaten Belitung. Sehingga, mesin-mesin itu, kini sudah diamankan.

“Setelah mengamankan alat-alat tersebut, kita juga menugaskan anggota untuk melakukan penyisiran. Siapa tau, masih ada oknum-oknum yang menambang di lokasi tersebut,” ujar Alkar, kepada Belitong Ekspres.

Dia menambahkan, adanya penambangan ini membuat keresahan di lingkungan masyarakat. Sebab, air yang mengalir di sungai di lokasi ini terlihat sangat keruh. Setelah diselidiki ternyata penyebabnya aktivitas tambang.

“Kami meminta kepada penambang, untuk menghentikan aktivitas pertambangan itu. Kalau tidak, kami akan mengerahkan seluruh pasukan untuk menertibkan,” tandas Alkar. (kin)

Related Search

Rate this article!
author

Author: