banner 728x90

Jelang Pilkada Beltim 20, PDIP Buka Diri untuk Non Kader

Wakil Ketua 1 PDIP Beltim, Tom Haryono.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Menjelang perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati Belitung Timur tahun 2020, PDIP Beltim akan membuka diri terkait pencalonan dari non kader yang akan diusung. Hal itu ditegaskan oleh Wakil Ketua 1 DPC PDIP Beltim Tom Haryono kepada Belitong Ekpres, Selasa (9/7) kemarin.

iklan swissbell

“Masalah untuk siapa yang akan diusung, PDIP ini kan tetap Partai terbuka. Kita terbuka, baik dari kader maupun nonkader. Kita terbuka. Tapi ingat, ada mekanisme didalam PDIP ini, aturan partai yang mengatur kebijakan-kebijakan tertentu,” ujar Tom Haryono.

Dikatakan Tom, pihaknya nantinya tetap akan buka pendaftaran calon kalau sudah sampai waktunya. Untuk itu dia mempersilahkan untuk daftar, sekalipun kader tetap mesti daftar. Nanti akan dilakukan penjaringan sebanyak mungkin.

“Habis itu baru di internal PDIP itu ada namanya penjaringan. Dari yang dijaring tadi kita saring lagi oleh tim, baik secara administrasi maupun yang berkaitan dengan peluang-peluangnya,” terang Tom.

Tom melanjutkan, biasanya ketua tim penjaringan itu itu dari Wakil ketua 1 bidang pemenangan pemilu. Setelah itu, siapa yang akan maju, ketua umum PDIP Megawati Soekarno Putri yang mengeluarkan rekomendasi dan tidak boleh berubah kanal lagi.

“Seluruh satu barisan semut merah itu. Kalau sekarang silahkan, ngomong apapun. Tapi yang ngomong itu PDI dong, orang-orang diluar PDI jangan ngomong gitu, ini orang diluar PDI mengomongi kami. Kalau kader kami PDI silahkan ngomong, tapi begitu nanti keluar SK rekomendasi DPP, tidak ada lagi omong si A si B, semua satu barisan. Ketauan ngomong kiri kanan biasanya dapat sanksi dari partai,” papar Tom.

Ketika ditanya terkait pencalonannya, dia mengaku sudah tua dan aku juga sadar diri. Sebab, maju ke Pilkada itu tidak cukup hanya dengan kemauan, tapi harus punya modal finansial. Kalau untuk bayar saksi kata Tom masih bisa, tapi untuk lain-lain ini dia tidak amu memaksakan diri.

“Aku juga mau lihat-lihat regulasinya, kalau sekarang kan aku masih calon terpilih, kalau nggota Dewan kan nanti harus mundur. Nah, harus lebih matang lagi perhitungannya, jangan seperti yang kemarin-kemarin,” tukasnya.
Dikatakannya, Partai PDIP memang empat kursi, tapi itu belum mencukupi. Masih tetap perlu satu kursi lagi. Karena sekarang ini ada 25 kursi, jadi fraksi harus 5 kursi. “Kalau pakai suara maunya 25 persen, bisa ada opsi, namun itu kita belum mencukupi, tetap harus berkoalisi,” ujarnya.

“Jadi, PDI tetap akan beri kesempatan, nanti ada mekanismenya. Namun, kalau nilainya sama antara kader dengan peserta lain, ya kami pakai kader. Ada kebijakan partai itu nantinya,” tandas Tom. (dny)

Related Search

Tags:
author

Author: