banner 728x90

Pejabat Hasil Lelang  Dilantik Bupati Beltim

Pelantikan jabatan JPT Pratama dan jabatan administrator di lingkup Pemerintah daerah Kabupaten Beltim.

MANGGAR – Bupati Beltim Yuslih Ihza melantik dan mengambil sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) pratama hasil lelang jabatan beberapa waktu lalu. Pelantikan dilakukan di ruang Satu Hati Bangun Negeri (SHBN) kantor Bupati Beltim, Jum’at (22/6) kemarin.
Adapun pejabat yang dilantik adalah Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM), Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala Dinas Kesehatan. Selain pelantikan pejabat hasil lelang, Bupati juga melantik pejabat jabatan administrator yang lowong.
“Pelantikan ini memang utamanya hasil lelang jabatan kemarin. Itu telah melalui mekanisme,” ujar Yuslih seusai pelantikan. Ia menegaskan, pelantikan pejabat hasil lelang telah mendapat persetujuan KASN. Tiga nama yang diajukan untuk setiap jabatan dianggap memenuhi passing grade sesuai urutan nilai.
“Saya memilih walau dalam ketentuannya saya boleh memilih satu nama dari tiga nama yang diajukan tetap dipilih yang nomor urut satu. Kita juga sudah mengajukan ke KASN, setelah saya pilih dan disampaikan. Inilah yang dipilih,” kata Yuslih.
Mengenai pengisian jabatan administrator yang kosong, Yuslih memandang perlu mengingat pejabat lama dilantik dalam JPT Pratama. Diantaranya, Camat Damar Yulhaidir yang dilantik sebagai Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB, Camat Kelapa Kampit Yuspian yang dilantik sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan SDM, Sekretaris Diskominfo Adlan Taufik yang dilantik sebagai Kepala Dinas Perhubungan serta Sekretaris Dinas Perhubungan Amirudin yang mengisi kekosongan Camat Manggar yang memasuki pensiun.
“Saya rasa kalau dari segi prosedur kita telah ikuti sebagaimana ketentuan. Kedua juga ada pelantikan pejabat admunistrstor yang pindah karena ini menyangkut kepentingan masyarakat,” sebut Yuslih.
Yuslih juga menyatakan kekosongan pejabat JPT Pratama Kepala Satpol PP yang dilelang belum bisa diisi mengingat peserta lelang gagal memenuhi standar passing grade. Menurutnya, sesuai surat KASN pelantikan tersebut tidak direkomendasikan.
“Itu juga sesuai dengan surat KASN. Saya rasa passing grade yang ditetapkan tidak terlalu tinggi cuma 63. Walau ada hasil tapi peringkat satu juga dibawah 63 maka KASN tidak merekomendasikan dan agar dilakukan seleksi ulang,” beber Yuslih.
Sebagai tindak lanjutnya, Pemerintah daerah akan melakukan lelang ulang jabatan JPT Pratama yang kosong pada anggaran perubahan. “Saya sudah tanyakan kapan akan dilelang, katanya menunggu ABT. Karena suratnya meminta agar dilakukan ulang lelang. Lelang terbuka, baik yang sudah ikut lelang kemarin boleh juga ikut atau ada yang baru silahkan ikut juga. Saya tidak ikut campurlah urusan itu,” tandasnya. (msi)