banner 728x90

Pelatihan Anyaman Diharapkan Jadi Ekonomi Produktif

banner 468x60

Ketua Dekranasda Beltim, Ny Susi Siswari Yuslih saat membukan pelatihan anyaman di aula Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM, Senin (11/9) kemarin.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Menganyam merupakan kegiatan sampingan bagi ibu rumah tangga di sela-sela kesibukan mengurus rumah tangga. Keterampilan menganyam biasanya turun temurun diajarkan kepada remaja putri dimasa lalu dengan tujuan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

banner 300x250

Saat ini, keterampilan anyaman semakin sedikit diminati. Padahal, anyaman bisa menjadi salah satu penggerak ekonomi produktif dalam mendukung sektor pariwisata sebagai buah tangan khas daerah.
Dekranasda Kabupaten Belitung Timur (Beltim) melihat potensi tersebut perlu dikembangkan dan dilestarikan. Sebab kini, hasil kreasi anyaman bukan hanya dinikmati kalangan sendiri tetapi menjadi usaha sampingan.

Kegiatan anyaman sudah ada sejak nenek moyang kita dan mempunyai ciri khas. Sehingga kegiatan ini wajib kita pertahankan dan lestarikan,” ungkap Ketua Dekranasda Beltim, Ny Susi Siswari Yuslih saat membukan pelatihan anyaman di aula Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM, Senin (11/9) kemarin.

Selain sebagai peninggalan seni, kegiatan ini juga dijadikan mata pencaharian atau usaha sambilan yang hasilnya cukup menjanjikan karena memperoleh keuntungan. Secara tidak langsung juga menjaga warisan dari nenek moyang agar tetap hidup.

Dimasa sekarang, anyaman pandan tidak lagi hanya berupa tikar, topi atau tas sederhana. Nyatanya, dengan menambahkan kreatifitas, anyaman dari serat daun pandan bisa dibuat tas atau clutch yang cantik dan elegan. Produk tas anyaman pandan saat ini sedang booming karena pengaruh tren gaya
hidup yang kembali ke gaya natural.

“Dekranasda Kabupaten Belitung Timur terus melakukan fungsi pembinaan kepada pengrajin anyaman melalui kegiatan Pelatihan Peningkatan

Mutu Kerajinan Anyaman Pandan bagi pengrajin anyaman yang ada di Kabupaten Belitung Timur,” kata Ny Susi.

Ia berharap pengrajin mampu mengubah pola pikir, peningkatan nilai tambah serta peningkatan kualitas produk yang dihasilkan yang bersaing di era digital, serta bisa menularkan ilmu dan pengalaman yang didapat kepada orang lain.

“Khususnya di daerah tempat tinggal masing-masing serta yang paling penting seluruh pengrajin mempunyai keinginan dan keyakinan yang kuat bahwa kita memang bisa disejajarkan dengan daerah lain yang saat ini sudah maju anyamannya. Semua
tergantung dari kita, mau atau tidak,” ujarnya.

Untuk melatih peserta anyaman, Dekranasda Beltim mendatangkan narasumber dari Tasikmalaya. Selama 5 hari pelatihan, mereka akan diajarkan sampai mampu mengerjakan anyaman yang bernilai ekonomi. (msi)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: