banner 728x90

Pembelian BBM Bersubsidi, Pertamina Larang Penggunaan Jerigen

banner 468x60

Pengisian BBM bersubsidi menggunakan jerigen di SPBN Manggar. Foto: Muchlis Ilham

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Penggunaan jerigen untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, tegas dilarang oleh Pertamina. Kenyataannya, pola pengisian jerigen masih dilakukan dengan alasan membantu masyarakat yang berada jauh dari stasiun pengisian (SPBU) dan dangkalnya air laut sehingga kapal sulit merapat (khusus SPBN dan SPDN, red).

banner 300x250

Pantauan wartawan Belitong Ekspres di SPBN Manggar misalnya, antrian jerigen yang diakui milik nelayan berjejer menunggu jatah subsidi solar maupun premium. Sejak jam kerja SPBN dimulai, ratusan jerigen diisi oleh petugas pengisian.

Memang tidak terjadi penumpukan jerigen disekitar areal SPBN, sebab begitu selesai terisi maka ada pengantri yang langsung membawa jerigen kepada nelayan.

Menurut Catur, staf pengelola SPBN Manggar, mereka memilih jerigen untuk diisi sebagai opsi jika permukaan air laut sedang surut. Kapal milik nelayan tidak bisa merapat di tepian SPBN karena dikhawatirkan kandas.

“Sekarang air laut lagi surut jadi kapal tidak bisa merapat. Nelayan ambil solar pakai jerigen dan dibawa ke nelayan-nelayan yang membeli,” ujar Catur, Jum’at (8/9) kemarin.

Catur menambahkan, pasokan BBM untuk nelayan di SPBN Manggar dapat terlayani semua. Selama ini, tidak ada keluhan nelayan karena tidak mendapat jatah solar maupun premium. “Semua kebagian, sesuai data nelayan yang mendapat jatah disini,” kata Catur.

Sementara itu, aktifitas SPBN Manggar kembali normal setelah sebelumnya sempat terjadi permasalahan di internal perusahaan penyalur BBM mitra Pertamina tersebut. Sejak hari Rabu pekan lalu, SPBN kembali melayani kebutuhan solar dan premium nelayan.

“Sudah normal sejak Rabu pekan lalu. Jatah kita tidak menentu, tapi sekitar 10 ton bensin dan 5 ton solar. Semua dibagi rata kepada nelayan,” sebut Catur. “Harga jualnya Rp. 5150 untuk solar, Rp. 6450 untuk bensin sama dengan SPBU,” imbuhnya.

Sebelumnya, perwakilan jober Pertamina Tanjungpandan Donny sudah memastikan pasokan SPBN akan normal karena permasalahan internal perusahaan dengan pihak perbankan telah selesai. Karenanya, jober kembali melayani permintaan pengelola SPBN untuk memenuhi kebutuhan nelayan.

“Terkait sama masyarakat nelayan yang di Manggar, untuk SPBN itu kita usahakan segera, itu terkait masalah internal mereka (perusahaan SPBN, red) bukan di Pertamina. Sudah clear sih sekarang. Nah kita usahakan supaya besok SPBN itu sudah buka.

Besok sudah kita distribusikan, kalau gak besok, lusa sudah normal,” ujar Donny.
Ketika ditanya terkait aturan SPBN yang melayani jerigen, Donny menyebutkan bahwa untuk aturan yang di SPBU, pihaknya mengikuti aturan yang dikeluarkan oleh Permen ESDM tahun 1991 dan peraturan PP Migas.

“Pasti itukan pernyataan mereka PPH migas, dan untuk saat ini tidak boleh diperjual belikan kembali. Untuk premium dan solar tidak boleh diperjual belikan kembali (pakai jerigen, red) sebenarnya kalau kita mengacu aturan ini,” tukasnya. (msi)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: