banner 728x90

Pembunuh Suami Istri Serahkan Diri

Tersangka berinisial BD alias U (22) menyerahkan diri ke Polres Belitung didampingi pihak keluarga, Rabu (9/1) pagi kemarin.

*Pelaku Emosi Tak Dipinjami Motor
*Tusuk Korban Dalam Kondisi Mabuk

TANJUNGPANDAN – Setelah tiga harin buron, pelaku kasus pembunuhan pasangan petani di Kebun Lada, Desa Bantan, Kecamatan Membalong, akhirnya menyerahkan diri.

Tersangka berinisial BD alias U (22) datang ke Polres Belitung, Rabu (9/1) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Warga Jalan Pemuda, Air Raya, Tanjungpandan ini, mendatangi SPKT Polres Belitung, ditemani oleh salah satu pihak keluarga. Ternyata pelaku yang membunuh pasangan suami istri AN (65) dan M (55) merupakan keluarga dekat korban.

Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana membenarkan adanya kabar sudah menyerahkan diri. Saat ini jajarannya yang dipimpin Kasatreskrim Polres Belitung, sedang melakukan pencarian barang bukti dan menggelar pra Rekontruksi.

“Hasil keterangan sementara, dia adalah pembunuh dua petani yang diketahui berinisal AN dan M. Meski begitu, kita masih mencari Barang bukti dan keterangan dari saksi-saksi,” kata AKBP Yudhis kepada Belitong Ekspres, Rabu (9/1).

Kapolres menjelaskan, motif pelaku melakukan perbuatan tersebut lantaran dongkol kepada korban yang merupakan warga Jalan Pemuda RT 06/03 Desa Air Raya ini. Sebab, waktu itu pelaku hendak meminjam motor, namun tak diperbolehkan oleh korban.

“Akibatnya pelaku tersinggung oleh ucapan korban. Kemudian ia mengambil pisau dan langsung menusukan ke bagian perut dan leher AN. Korban sempat melawan, namun akhirnya meninggal dunia,” jelas AKBP Yudhis.

Mengetahui hal tersebut, sang istri MI langsung menyerang pelaku. Dan akhirnya pria yang juga merupakan resedivis kasus pencurian ini langsung menusukan pisau miliknya kepada perempuan tersebut.

Pelaku yang dalam kondisi mabuk Aibon dan Komix lantas menusukan pisau ke bagian perut korban. “Sehingga keduanya tewas. Dan pelaku langsung membawa motor dan handphone korban,” terang Kapolres Belitung.

Menurut AKBP Yudhis, berdasarkan keterangan pelaku ia melakukan perbuatan tersebut pada Rabu (2/1) lalu. Lalu, pada hari Minggu (6/1) korban ditemukan oleh anak bungsunya yang hendak menemui kedua korban di Kebun Lada, Desa Bantan.

“Usai melakukan pembunuhan itu, dia (pelaku) langsung kabur ke hutan-hutan yang ada di Kabupaten Belitung. Hal itu, yang membuat polisi kesulitan untuk melacak keberadaan pelaku,” tukas AKBP Yudhis.

AKPOL 1999 ini menambahkan, alasannya tak memviralkan wajah pelaku pada saat upaya pencarian. Itu lantaran tak ingin membuat kehebohan di lingkungan masyarakat. Sebab, jika foto pelaku dishare ditakutkan warga berbuat anarkis terhadap BD alias U.

“Setelah kejadian ini, kami sudah mengetahui identitas pelaku. Sasaran polisi mengarah ke U, lantaran berdasarkan keterangan saksi-saksi dia memakai motor korban, sebelum almarhum ditemukan meninggal dunia,” ungkapnya.

Korban akhirnya menyerahkan diri, lantaran dihantui rasa ketakutan setelah membunuh korban. Untuk saat ini kata Kapolres, pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Sementara pasal yang dikenakan Pasal 338 Tentang Pembunuhan, Ancaman Hukuman 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Sementara itu, BD alias U mengakui semua perbuatannya. Di hadapan pihak kepolisian dia mengaku telah membunuh kedua korban, lantaran emosi. Sebab, pada saat itu ia tak dipinjami kendaraannya.

Awalnya sempat terjadi cekcok. Setelah itu dia mengambil pisau yang ada di lokasi dan menusukan ke bagian perut dan leher AN. Hal yang sama juga dilakukan dia kepada sang isti An, yakni MI.

Diberitakan sebelumnya, pasangan suami istri AN (65) dan MI (55), yang sehari-hari bekerja sebagai petani ditemukan tewas mengenaskan di kebun Lada Desa Bantan, Kecamatan Membalong, Minggu (6/1) sore.

Warga Jalan Pemuda RT 06/03 Desa Air Raya, Kecamatan Tanjungpandan ini, diduga menjadi korban pembunuhan dan pencurian. Sebab, pada tubuh keduanya ditemukan sayatan atau tusukan benda tajam. Selain itu, kendaraan motor serta Hp raib. (kin)

Related Search

Rate this article!
Tags:
author

Author: