banner 728x90

PEMDES BALOK GANDENG MAHESA LATIH DESAIN GRAFIS

Foto bersama dengan peserta pelatihan desain grafis.

Suasana pelatihan desain grafis di Desa Balok.

// SASAR LULUSAN SMA/SMK

DENDANG – Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) berperan penting dalam pembangunan di pedesaan. Menyadari pentingnya hal tersebut, Pemerintah Desa Balok Kecamatan Dendang berinisiatif dengan menggandeng Lembaga Pendidikan Mahesa memberikan pelatihan desain grafis dan administrasi perkantoran bagi pemuda pemudi Desa Balok.

Seusai pembukaan pelatihan desain grafis, Kades Balok Hairudin membenarkan bila pelatihan dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada di Desa Balok.

“Seperti yang sudah saya sampaikan biasanya masyarakat Desa selalu tertinggal dengan masyarakat di kota. Salah satunya dari segi pengetahuan tentang digital printing. Justru itulah kami lakukan selain untuk menciptakan lapangan pekerjaan nanti bagi mereka yang tidak melanjutkan kuliah karena rata-rata lulusan SMA/SMK yang direkrut,” ujar Hairudin.

Ia melanjutkan, Pemdes Balok juga mengadakan pelatihan dengan tujuan agar SDM di Desa Balok mempunyai pengetahuan dan keahlian tersendiri untuk mengembangkan kemampuan. Misalnya bekerja di tempat yang membutuhkan keahlian desain grafis maupun administrasi perkantoran.

“Kalau mereka mau membuat usaha sendiri, begitu juga. Mereka punya bekal pengetahuan. Intinya supaya mereka mampu bersaing,” kata Hairudin.

Selain itu, Desa Balok juga sedang mempersiapkan tenaga terampil yang akan dipekerjakan pada unit usaha BUMDes. Saat ini, peralatan digital printing sudah siap dioperasikan dan meningkatkan pendapatan Desa.

“Alat-alat sudah kami belikan disertai alat pendukung semuanya. Jadi mereka juga sebagian akan bekerja melalui BUMDes yang merupakan salah satu unit usaha,” sebut Hairudin.

Sementara itu, Fitra Harianto, selaku pimpinan lembaga pendidikan Mahesa menceritakan untuk bisa digandeng Desa Balok, pihaknya berkomitmen dalam mendidik masyarakat semaksimal mungkin.

“Jadi kami tidak pelit, atau mengukur dari segi target satu bulan. Kalau memang belum kelar, kami akan perpanjang (pelatihan). Yang pastinya kami mengutamakan output dari peserta bukan dari target pelatihan itu sendiri,” sebut pria yang akrab disapa Anton.

Menurut Anton, sebagai lembaga pendidikan yang sudah lama hadir di pulau Belitung, Mahesa terus berinovasi dan mengembangkan jenis pelatihan di lembaga tersebut.

“Lembaga pendidikan Mahesa sudah berdiri dari 2004, dimana kami hanya mendirikan komputer saja. Tapi sekarang kami sudah banyak dengan berbagai macam jurusan antara lain komputer yakni aplikasi perkantoran, desain grafis, teknisi komputer dan kursus las dan bubut,” kata Anton. (adv/msi)

Related Search

Tags:
author

Author: