banner 728x90

Pemilik Akun Penghina Orang Belitung Belum Ditemukan

banner 468x60

*KNPI Akan Laporkan Ke Polres

TANJUNGPANDAN – Pekan kemarin media sosial facebook dihebohkan ulah pemilik akun Ansel Laroka. Dalam postingan tanggal 17 dan 18 Mei 2016 itu, dia menghina warga Belitung dengan kata-kata kotor. Beberapa kali postingannya membuat kalimat yang memicu kemarahan netizen.

Itu bermula ketika pemilik akun Ansel Laroka membeli pulsa disebuah konter. Namun menurutnya pemilik konter tidak menjual pulsa. Di dalam postingan tanggal 17 Mei 2016, dia juga berterimakasih kepada DPD Babel. Tidak diketahui siapa yang dimaksud DPD Babel tersebut.

banner 300x250

Melalui media sosial banyak yang mencari pemilik akun. Sayangnya hingga kini belum diketahui siapa pemilik akun itu dan tujuannya menghina masyarakat Belitung

Wakil Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bidang Pengabdian Masyarakat Agustiar mengatakan perbuatan yang menyebutkan orang Belitung dengan kata kata yang menghina sangatlah kurang beretika. Sebagai masyarakat Belitung ia pun tidak terima.

“Hari ini dan seterusnya masyarakat tidak akan terima akan ucapan itu sampai kiamat pun. Kami selaku pemuda tidak terima dengan ucapan itu,” kata pria yang akrab disapa Yoyon ini, di kawasan KV Senang Minggu (22/5) kemarin.

Ia sangat mengecam keras. Ia berharap Polres akan membantu mencari data orang tersebut. Dalam waktu dekat ini, KNPI akan melaporkan akun tersebut ke Polres dengan membawa bukti screenshot. “Kami juga berharap pihak terkait membantu kami dalam hal ini dan kepada masyakat yang sudah membaca akun facebook untuk sabar dan tenang,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat lain misalnya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk mencari keberadaan pemilik akun Ansel Laroka.

Tahun 2014 lalu, jagat media sosial juga ramai dengan kasus serupa di Jogjakarta. Diberitakan merdeka.com, Kamis (28/8), seorang mahasiswa menyebut Yogya dengan kata yang tidak pantas dan dia mengajak teman-temannya agar jangan tinggal di Kota Pelajar itu. Hal itu dijadikan status akun jejaring sosial Path. Atas laporan ke polisi, akhirnya pelaku ditemukan dan minta maaf. (ade)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: