banner 728x90

Pemilik Ternak Babi Tetap Membandel

PETERNAKAN

SUNGAILIAT – Pengawasan terhadap peternakan babi milik CV Kenanga Jaya Farm di lingkungan Air Kenanga Sungailiat kembali dicek Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Bangka Senin (20/11). Dalam pengecekan kemarin, pemilik peternakan babi tersebut masih juga tak mengindahkan himbauan yang diberikan pemerintah daerah untuk mengurangi hewan ternaknya. Padahal sebelumnya telah disegel dan diperingati dengan tegas supaya pemilik peternakan yang lokasinya berbatasan dengan lingkungan Parit 7 Lubuk Kelik tersebut segera mengurangi ternaknya.
Kabid Penegak Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Bangka, Achmad Suherman mengatakan, ternak babi yang dalam pengawasan Pemerintah Daerah ini terus dilakukan peninjauan. Pihaknya memastikan, babi piaraan belum juga dikeluarkan pemiliknya.
“Belum dikeluarkannya babi tersebut dari peternakan yang dikeluhkan warga Parit 7 dan Lubuk Kelik ini lantaran pemilik peternakan babi itu beralasan sedang melakukan upaya sampel darah melalui Dinas Peternakan Provinsi sebelum dibawa keluar pulau Bangka,” kata Suherman.
Upaya mengecek sampel darah agar pengiriman ke luar Pulau Bangka seperti ke Jakarta dan Lampung bisa berjalan lancar. Sebab, pemilik ternak mengaku nantinya babi-babi itu akan menjalani proses karantina dalam proses pengiriman, sehingga terlebih dahulu harus dicek apakah sehat atau tidak. “Begitu alasan mereka,” ujarnya.
Lebih lanjut ia katakan, keinginan warga agar peternakan tersebut ditutup aktivitasnya dari lingkungan setempat, masih diupayakan. Pihaknya pun dalam hal ini bertindak sesuai dengan prosedur yang ada.
“Kita bekerja ada tahapannya dan disitu ada perjanjian yakni mereka bersedia mengosongkan babi itu dalam jangka waktu 3 bulan dengan syarat selama waktu 1 bulan tidak ada lagi bau,” imbuhnya.
Dalam waktu dekat juga, DPRD Kabupaten Bangka akan membahas permasalahan ini dengan melibatkan pihak terkait seperti Pengadilan Negeri Sungailiat, Kajari Bangka, Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup dan Polres Bangka. Hal ini untuk mengatasi permasalahan peternakan babi yang sudah meresahkan warga tersebut.
“Pak Ketua DPRD tadi juga mengatakan kita akan rapat bersama seluruh unsur terkait membahas masalah ini. Kalau ada kesepakatan bersama nantinya, pasti akan kita tindak tegas karena disini kita pemerintah daerah berurusan dengan makhluk hidup,” tandasnya.
Lebih lanjut ia katakan, pihaknya tidak ingin melakukan tindakan gegabah supaya tidak timbul permasalahan hukum di kemudian hari. Termasuk apabila melakukan penyitaan belum dilakukan, karena dikhawatirkan babi yang tergolong mahluk hidup akan mati dan menjadi masalah nantinya.
“Kalau ini (babi) kita sita, kemudian babi itu mati, kita yang kena tuntut nanti. Kita menghindari itu sembari mencari kepastian hukumnya bagaimana,” sebutnya.
Ditambahkannya, masyarakat Lingkungan Parit 7 Lubuk Kelik diminta untuk bersabar dan mempercayakan masalah ini kepada pemerintah daerah dalam penyelesaiannya.
“Jangan sampai masyarakat daerah ini anarkis dan kita semua sabar sabar dulu menghadapi masalah ini,” katanya. (rel/trh)

Related Search

Rate this article!
Tags:
author

Author: