banner 728x90

Pemkab Beltim Terima Penghargaan Dari Media

banner 468x60

belitongekspres.co.id, BELTIM – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menerima penghargaan dari Radio Republik Indonesia (RRI) atas kerjasamanya dalam pendirian RRI Belitung di Kabupaten Belitung Timur. Penghargaan tersebut diberikan Direktur Utama LPP RRI M.Rohanudin kepada Bupati Beltim Yuslih Ihza dalam peringatan hari RRI ke 72 yang berlangsung di Auditorium RRI Jakarta, Senin (11/9).

Pemberian penghargaan juga diberikan kepada enam kabupaten di Indonesia yakni Pemkab Talaud, Pemkab Rote, Pemkab Bima, Pemkab Sumba, Pemkab Sanggau dan Pemkab Belu. Dalam acara tersebut dilakukan prosesi penyulutan obor dan peresmian 5 stasiun produksi RRI termasuk RRI Beltim dengan frekwensi FM 97,2.

banner 300x250

Bupati Beltim Yuslih Ihza mengapresiasi penghargaan yang diberikan Radio Republik Indonesia kepada Pemkab Beltim. Hal ini adalah bentuk kerjasama yang baik antara Pemkab Beltim dengan media. “Saya apresiasi penghargaan ini sebagai bentuk kerjasama antara pemerintah dengan media. Semoga informasi melalui berbagai media dapat menjadi jembatan yang baik antara pemerintah dengan masyarakat sehingga kita bisa membangun Beltim untuk kesejahteraan masyarakat Beltim,” kata Yuslih.

Dalam sambutannya, Dirut RRI M.Rohanudin mengatakan penyampaian informasi secara netralitas kepada masyarakat merupakan hal yang sangat penting dilakukan oleh semua media. Termasuk keberadaan RRI yang masuk pada keberpihakan kepada negara dilakukan untuk membangun netralitas, menggalang kekuatan dan pemersatu bangsa. “Demokrasi Indonesia tidak turun dari langit tetapi tumbuh dari kebersamaan karena kita hidup di negara demokrasi dan multikultural. Penyampaian informasi kepada masyarakat sangat penting mengedepankan netralitas guna menggalang kekuatan dan pemersatu bangsa,” kata M.Rohanudin.

Sementara itu, Dirjen Informasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Niken Widiastuti mengatakan era globalisasi berbagai informasi dengan mudah masuk melalui media sosial, baik informasi yang bagus maupun sebaliknya. Maraknya berita Hoax dan bad news bukan hanya masalah Indonesia tetapi sudah menjadi masalah bangsa karena dapat memecahbelah persatuan dan terjadi disintegrasi bangsa. “Perkembangan teknologi telah mengubah semua bidang termasuk maraknya berbagai informasi melalui medsos seperti hoax dan ujaran kebencian juga bad news. Media harus bisa mengambil peran dalam menghadapi bad news dan menjadi alat pemersatu bangsa,” kata Niken.

Dalam acara tersebut dihadiri para bupati, anggota DPR RI, para duta besar dan instansi pemerintah serta tamu undangan lainnya. Acara itu sekaligus diramaikan dengan berbagai musik tradisional dan kolaborasi Indonesia Drum Percussi, pengumuman pemenang suara kencana dan seni dan tari. (Ver/Diskominfo Beltim)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: