banner 728x90

Pemkot Berupaya Penuhi Tenaga Pendidik

banner 468x60

PANGKALPINANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang terus berupaya mencari formula yang tepat untuk mengatasi kekurangan tenaga pengajar atau guru, sejak diberlakukannya oleh pemerintah Moratorium, sampai sekarang belum ada pengangkatan ASN Baru, bahkan di Kemendikbud pun jika ada perekrutan ASN pendidikan hanya boleh di wilayah terluar dan pedesaan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pangkalpinang, Edison Taher mengatakan, dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) No 48 Tahun 2005 yang menyatakan bahwa pimpinan daerah tidak boleh mengangkat Guru Honorer Daerah (Honda), sedangkan pada kenyataannya pada tahun 2018 nanti di Kota Pangkalpinang banyak guru yang pensiun, hal ini semakin membuat Disdikid Kota Pangkalpinang mengalami sedikit kesulitan dalam pemenuhan porsi jumlah guru.
“Kita akan mencari cara bagaimana untuk mengatasi kekurangan ini dan kita juga akan semaksimal mungkin berusaha agar jangan sampai anak-anak tidak memiliki pengajar disekolah karena kekurangan guru,” ujarnya, Selasa (5/12) kemarin.
Lanjut Edison, Salah satu cara menyiasati kekurangan guru pihaknya telah mengajak masyarakat dapat berperan serta dalam membantu dunia pendidikan melalui komite sekolah.
“Selain menggunakan 15 persen dari Dana Bos APBN untuk membayar guru, tahun ini kita juga sudah mengupayakan melalui Bos Daerah yang dimana 70 persen anggarannya digunakan untuk membayar guru PHL,” jelasnya.
Kemudian katanya, bantuan pendidikan yang disumbangkan masyarakat melalui komite akan pergunakan untuk menambah gaji honorer yang belum mampu tercover sepenuhnya oleh Bos APBN dan Bosda.
“Yang jelas sebelum menerima bantuan pendidikan dari masyarakat melalui komite kita juga sudah berkoordinasi dengan tim saber pungli untuk membuat dasar hukumnya, yakni Perwako No 8 Tahun 2017. Bahkan payung hukum kita diminta oleh kemendikbud untuk sebagai acuan untuk menyelesaikan permasalahan yang sama di daerah lain,” paparnya.
Selanjutnya dirinyamengutarakan, bahwa dirinya sebagai kepala dinas ini sangat merasakan apa yang dirasakan oleh guru-guru honorer dan swasta, makanya pihaknya juga sedang mengusulkan ke Kemendikbud dan kepala daerah untuk dapat menaikkan honor para guru ini.
“Memang saat ini upah yang diberikan belum layak, namun kedepan saya akan berusaha mensejahterakan guru honorer,” tukasnya. (tya)

banner 300x250

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: