banner 728x90

Pemuda Tewas Ditikam Pisau

banner 468x60

*Cekcok Mulut di THM Puri Indah
*Pemicunya Masalah Perempuan

Tempat Hiburan Malam (THM) Puri Indah Manggar, yang menjadi lokasi tindak pidana pembuhunan saat ini sudah diberi garis polisi.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Akibat cekcok mulut di Tempat Hiburan Malam (THM) Puri Indah di Pasar Lipat Kajang, Manggar, seorang pemuda berinisial Dn (23) tewas mengenaskan. Pemuda asal Kecamatan Damar ini tak bisa tertolong karena kehabisan darah usai ditikam pelaku berinisial Ag dengan sebilah pisau.

banner 300x250

Informasi yang dihimpun Belitong Ekspres melalui Satreskrim Polres Beltim menyebutkan peristiwa pembunuhan terjadi pada Minggu (1/10) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Saksi mata yang berada di tempat kejadian melihat pertengkaran antara pelaku dan korban di hall THM Puri Indah. Pertengkaran ini dipicu karena masalah perempuan.

Kemudian, saksi bernama Hendra menegur dan melerai pelaku dan korban agar tidak berkelahi di Hall Puri Indah. Emosi masih berlanjut dengan pelemparan botol minuman oleh korban ke arah pelaku.

Pelaku tanpa identitas ini kemudian memilih turun dari Hall dan disusul korban. Pertengkaran pun berlanjut di area pinggir kolam renang. Tak cukup bertengkar, perkelahian fisik pun terjadi.

Selanjutnya, pelaku yang baru sekitar satu tahun belakangan tinggal di Dusun Seberang, Desa Selinsing, mengeluarkan pisau dan melakukan penyerangan. Akibat serangan membabi buta, korban terkena tusukan pisau di bagian lengan sebelah kiri yang menyebabkan pendarahan.

Setelah kejadian tersebut pelaku melarikan diri, sementara korban di bawa ke Klinik Pengobatan Wira untuk diberikan pertolongan. Akibat pendarahan yang sangat banyak, korban tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia.

Kapolres Beltim AKBP Nono Wardoyo S.Ik melalui Kasatreskrim AKP Ferey Hidayat S.Ik membenarkan kejadian tindak pidana pembunuhan di THM Puri Indah tersebut. Tim Opsnal Reskrim dan Intel Polres Beltim berhasil mengamankan pelaku dari kediamannya di Dusun Seberang Desa Selinsing Kecamatan Gantung.

Pelaku bersama sejumlah saksi mata (rekan pelaku) langsung dibawa ke Mapolres Beltim untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti. Pelaku terus menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Beltim guna mendalami motif pembunuhan itu.

“Pelaku sempat diidentifikasi diduga masih anak-anak. Namun berdasarkan keterangan dari ibu pelaku, dipastikan pelaku berusia 18 tahun 3 bulan. Berarti bukan anak-anak lagi,” kata AKP Ferey kepada Belitong Ekspres.

Hasil dari pemeriksaan dan keterangan sementara, penikaman korban dipicu pertengkaran karena urusan perempuan. Pelaku dan rekan-rekannya merasa tidak terima dengan perkataan korban soal perempuan yang menjadi pacar rekan pelaku.

Meski tidak ada kepastian kondisi korban dan pelaku, apakah dalam keadaan mabuk atau tidak saat terjadi pertengkaran tetapi diduga mereka dalam kondisi diluar kesadaran. Perbuatan korban terhadap pelaku memancing emosi sehingga kalap dan berujung kematian akibat senjata tajam.

“Pelaku tetap kita proses karena sudah bukan lagi anak-anak. Kami masih mendalami keterangan saksi,” tegas Kasatreskrim, sembari berujar jika terbukti, pelaku bakal dijerat dengan pasal 354 ayat 2 dan pasal 351 ayat 3 jo pasal 338 KUHP, dengan ancaman hukuman minimal 10 tahun penjara.

Barang bukti yang saat ini sudah diamankan, antara lain pisau yang digunakan pelaku, sepeda motor jenis Yamaha R15 nopol 2744 XC dan Yamaha Soul GT nopol 8471 GU. Sedangkan saksi-saksi kejadian, Mahesa, Dendi, Ronal, Rasul, Budi, Rapik dan Naim serta Hendra yang merupakan rekan pelaku.

Dipicu Karena Masalah Perempuan

Pelaku keributan di Tempat Hiburan Malam (THM) Puri Indah yang menyebabkan korban meninggal dunia resmi ditetapkan sebagai tersangka. Dugaan keributan berawal dari permasalahan perempuan yang merupakan pacar teman pelaku.

Pelaku berinisial Ang (18) hanya bisa pasrah karena mengetahui korban meninggal. Dari balik jeruji sel tahanan Mapolres Beltim, tersangka menceritakan kronologis bermula ketika dirinya bersama tujuh rekan lainnya berniat menikmati hiburan malam.

Pelaku mengaku baru kali pertama membawa senjata tajam berupa pisau. Pisau tersebut diberi salah seorang rekannya dari Palembang. Kunjungan dirinya ke THM Puri Indah juga baru empat kali dan sekedar menghibur diri.

Saat kejadian, pelaku mengaku tidak dalam keadaan mabuk minuman. Karena dirinya hanya sekedar ikut-ikutan dengan rekan yang lain. “Dak mabuk aku. Kalau pun minum paling seteguk dua teguk,” penuturan pelaku kepada Belitong Ekspres, Ahad (1/10) kemarin.

Ia juga tidak menyangka jika pisau yang dibawanya akan menjadikan dirinya pesakitan karena membuat orang lain meninggal dunia. “Dak pernah ku bawa pisau. Baru sekali inilah. Dak tahulah, ngape ku bawa pisau itu,” ucap pelaku sambil tertunduk lesu.

Ia pun tidak tahu menahu ada pertengkaran korban dengan salah seorang rekannya yang memiliki pacar. Saat berada di Hall Puri Indah, pelaku awalnya hanya ikut ikutan membela rekannya.”Pas kami berbalik, tiba-tiba saya dipukul dengan botol dan berdarah,” ujar pelaku sambil menunjukkan kepala bagian kiri yang luka.
Bergegas turun dari Hall, korban ternyata mengikuti pelaku dan rekan-rekannya.

Keributan pun kembali berlanjut di sekitar kolam renang Puri Indah. Saat itulah, pelaku mengeluarkan pisau dan mencoba menusuk korban. Korban sempat mengelak namun pisau mengenai bagian lengan sebelah kiri dan menyebabkan pendarahan.
“Aku pun takut juga bang. Pas selesai nusuk, aku langsung lari. Balik ke rumah sampai ada polisi mencari,” kata pelaku.

Pelaku menuturkan, dirinya hanyalah mengenyam pendidikan sampai kelas 3 Sekolah Dasar. Dirinya merantau ke Belitung karena salah seorang kakak kandungnya telah menetap di Dusun Seberang bersama ibunya.

Keseharian pelaku ikut bekerja sebagai penambang rajuk milik H. Joni. Penghasilan yang ia terima tidak menentu, tapi ia memiliki kendaraan jenis Yamaha R12 yang dicicil dengan sistem potong gaji sebesar Rp2 juta perbulan. (msi)

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Tags:
author

Author: