banner 728x90

Pencapaian Program IMR Rendah

Ilustrasi

//Baru 19,6 Persen Anak Disuntik

PANGKALPINANG – Cakupan Program Imunisasi Measles Rubella (IMR) periode Agustus hingga September di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) masih sangat rendah. Tercatat hingga kemarin (3/9), pencapaian baru di angka 19,6 persen anak yang mendapatkan suntik vaksin MR tersebut. Angka persentase ini masih jauh dari yang ditargetkan, yaitu 90 persen.

“Hingga saat ini baru 19,6 persen. Tapi, kalau di bawah 60 persen tidak tercapai kekebalan imunitasnya, harus 90 persen ke atas,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Babel, Mulyono kepada wartawan, Senin (3/8).

Lanjut Mulyono, pihaknya pun semakin diburu target mengingat batas waktu yang ditetapkan sampai 31 September nanti. “Campak selama ini tercapai kita. Kalau campak saja kita aman, tapi sekarang ditambah rubella. Karena rubella lebih berbahaya bisa menyebabkan cacat pada bayi, seperti buta, tuli, dan kecacatan lainnya,” katanya.

Setelah September akan masuk ke fase imunisasi rutin hanya untuk usia 9 bulan, 18 bulan dan anak kelas 1 SD. Sementara, untuk anak di atas kelas 1 SD hingga usia 15 tahun, program IMR akan dihentikan. “MR itu tidak ada lagi, kesempatan ini kalau tidak dimanfaatkan tahun berikutnya tidak ada lagi. Tapi, saya katakan sampai hari ini, kalau toh mau diperpanjang itu urusan pusat bukan urusan saya,” ujar Mulyono.

Dinkes Babel pun hanya mempunyai waktu tidak lebih dari satu bulan lagi untuk menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat luas. Bahkan, Mulyono mengakui pihaknya sangat bergantung penuh ke Majelis Ulama Indonesia (MUI), karena rendahnya pencapaian program IMR berkaitan dengan agama.

“Kalau kita tidak tercapai kekebalan imunitas akan terjadi wabah. Campak cukup membahayakan, apalagi rubella bisa menyebabkan kematian. Kita harus sama-sama, bergerak sama-sama untuk mensosialisasikan ini. Kami juga melibatkan MUI karena terbentur masalah agama. Ini sangat sulit kami menjelaskannnya, kami hanya bisa bicara kesehatan,” tukasnya. (Fiz)

Related Search

Rate this article!
Tags:
author

Author: