banner 728x90

Penderita Kanker Tulang Butuh Uluran Tangan

PANGKALPINANG – Penderita kanker tulang, Bima Sabila (16) warga Jln.Keranji No 19, RT 09 RW 003 kelurahan Bukit Sari Gerunggang Pangkalpinang sudah hampir setahun terakhir tergolek di rumah sakit. Saat ini, putra ke 3 dari pasangan Adi Wiriadi (49) dan Medianah dirawat di Rumah Sakit Ortopedi Prof.DR.R Soehrarso Solo Jawa Tengah.

Kepada Babel Pos, Adi Wiriadi menuturkan, awalnya tidak ada gejala yang aneh pada anaknya tersebut, sehingga mereka tidak mengetahui kalau anaknya itu menderita kanker tulang.

Hal itu terkuak ketika Bima yang hobi bermain futsal itu tiba-tiba terjatuh saat main futsal bersama teman-temannya. Anehnya meski sudah diurut namun Bima tak kunjung sembuh.

“Kami fikir keseleo sehingga dibawa ke tukang urut. Namun karena tak kunjung sembuh akhirnya dibawa ke RSBT Pangkalpinang,” ujar Adi Wiriadi, kepada Babel Pos, kemarin.

Menurut Adi Wiriadi, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter RSBT, sakit yang diderita Bima mengarah ke tumor ganas dan harus diamputasi.

Selanjutnya, pada 19 Juni 2017, pihak keluarga berinisiatif membawa Bima berobat ke Rumah Sakit Muhamad Husien Palembang untuk menjalani kemoterapi.

Setelah menjalani dua kali kemoterapi, atas saran seorang dokter di Pangkalpinang, Bima akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Ortopedi Solo.

Sejak menjalani perawatan di RS. Ortopedi Solo, Bima tidak saja kembali menjalani kemoterapi, tapi juga dioperasi bagian kaki kirinya.

“Keputusan terakhirnya, tulang kaki anak saya dipotong kemudian disambung lagi. Dan menurut dokter, kaki anak saya bisa sembuh lagi,” jelas Adi.

Selama pengobatan kata Adi, memang pakai BPJS, tapi kalau butuh darah, ia harus membeli sendiri. Selain itu, selama dirawat di Solo juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Belum lagi biaya transportasi udara Pangkalpinang-Solo.

“Selama dirawat di Solo biaya yang dibutuhkan membengkak. Istri saya harus ngontrak dan butuh biaya untuk kebutuhan selama di sana (Solo). Apalagi sudah hampir lima bulan dirawat di Solo,” ujar Adi.

Adi yang kesehariannya bekerja sebagai buruh harian itu mengatakan, selama anaknya dirawat pernah mendapatkan bantuan dari Baznas Pangkalpinang.

“Setelah dioperasi masih akan menjalani kemoterapi dan akupuntur di RS.Ortopedi. Kemungkinan dirawatnya masih lama sehingga membutuhkan dana yang tidak sedikit,” jelas Adi.

Oleh karena itu, uluran tangan dermawan sangat dibutuhkan untuk membantu biaya selama perawatan selama di RS.Ortopedi Solo Jawa Tengah.

“Menurut dokter yang menangani, kemungkinan untuk sembuh masih membutuhkan waktu yang cukup panjang, karena masih harus dikemo lagi. Jadi masih membutuhkan dana yang tidak sedikit. Oleh karena itu, saya mengharapkan bantuan para dermawan untuk biaya pengobatan, biaya kontrakan dan kebutuhan lainnya selama di Solo,” harapnya.

Bagi para dermawan yang ingin memberikan bantuan bisa langsung menghubungi Adi Wiriadi di nomor 08127483332. “Sebelumnya saya mengaturkan terimakasih atas doa dan bantuan dari para dermawan,” pungkasnya. (ari)

Related Search

Tags:
author

Author: